Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa
Sisi Terang
6 Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Sebelum Pukul 10 Pagi agar Tubuhmu Tetap Bugar

6 Makanan yang Sebaiknya Kamu Hindari Sebelum Pukul 10 Pagi agar Tubuhmu Tetap Bugar

Sains dan sarapan sering kali bertolak belakang. Di satu sisi, industri makanan bersikeras bahwa sarapan adalah makanan terpenting dalam sehari, meski faktanya, melewatkannya tidak benar-benar membawa dampak negatif bagi tubuh. Di sisi lain, sarapan berkualitas dan sehat bisa memperbaiki suasana hatimu dan mencegah depresi. Triknya adalah mengetahui mana yang harus dan mana yang tidak boleh dimakan untuk sarapan.

Berdasarkan fakta itu, kali ini Sisi Terang mencari tahu makanan apa saja yang sebaiknya kita hindari untuk dimakan sebelum pukul 10.00 agar tetap sehat dan bugar, serta alasan-alasan di baliknya.

1. Roti panggang bermentega

Tidak seperti anggapan banyak orang, sarapan tidak harus berupa makanan tak berlemak. Triknya adalah menemukan jenis lemak yang tepat untuk dimakan pada pagi hari. Mentega memang mengandung lemak yang membantumu memproses vitamin, tapi juga mengandung banyak lemak jenuh yang dapat merusak jantung sekaligus menambah berat badanmu.

Sebagai gantinya: Oleskan selai kacang ke atas roti panggang. Penelitian ini menemukan bahwa kacang tanah dan selai kacang murni dapat membantumu mengurangi rasa lapar pada siang hari karena bisa meningkatkan produksi peptida YY, hormon pengatur rasa lapar. Ini membuat roti panggang dengan selai kacang menjadi sarapan yang baik.

2. Small flakes dan sereal sarapan

Sereal sarapan adalah hidangan klasik yang rumit. Meski sangat praktis, sereal sarapan paling populer mengandung banyak gula yang nantinya bisa menjadi lemak perut. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa small flakes dikaitkan dengan konsumsi kalori yang lebih tinggi, karena kita cenderung menyajikan porsi lebih sedikit jika ukuran flakes lebih besar.

Sebagai gantinya: Makanlah oatmeal bebas gula buatan sendiri yang mengandung banyak serat. Mengurangi asupan gula pada pagi hari dapat membantumu menghindari perasaan lelah pada pertengahan pagi. Kalau kamu tetap memakan flakes berlapis gula, cobalah membeli yang ukurannya lebih besar.

3. Panekuk dan wafel untuk dijadikan bekal.

Meski mudah dibawa saat kamu terburu-buru, kebanyakan panekuk, wafel, dan kue kering beku mengandung karbohidrat olahan. Memang tidak selalu buruk, tergantung pada dietmu sendiri. Tapi karbohidrat olahan bisa membuatmu merasa lebih lapar pada siang harinya. Makanan-makanan ini juga mengandung sedikit atau bahkan nol serat dan banyak lemak trans yang berbahaya bagi kesehatanmu.

Sebagai gantinya: Buatlah sendiri makanan ini di rumah dan pilih tepung gandum atau periksa nilai gizinya untuk mendapatkan panekuk berserat tinggi. Kamu juga bisa menggantinya dengan roti gandum utuh panggang.

4. Yoghurt rendah lemak

Yoghurt tanpa lemak telah menjadi alternatif yang banyak tersedia untuk sarapan. Sayangnya, makanan ini sering mengandung banyak gula untuk menambah rasa, sementara kandungan proteinnya sedikit. Penelitian juga menunjukkan bahwa yoghurt full-fat sebenarnya bisa bantu menurunkan berat badan. Konsumsi protein pada pagi hari bisa membantumu mengurangi rasa lapar pada siang hari, dan yoghurt full-fat mengandung banyak sekali protein.

Sebagai gantinya: Pilihlah yoghurt full-fat tanpa gula.

5. Jus buah praktis

Menurut penelitian ini, kebanyakan jus buah mengandung gula yang sama banyaknya dengan soda, menjadikannya salah satu pilihan terburuk untuk sarapan atau dikonsumsi. Jus buah juga hampir tidak mengandung serat. Yang lebih menariknya lagi, ini bukanlah alasan utama kenapa jus buah merupakan pengganti sarapan yang buruk. Tidak mengunyah apa pun membuatmu merasa kurang kenyang. Itulah sebabnya penting bagimu untuk memulai hari dengan mengunyah sesuatu, kalau bisa buah-buahan.

Sebagai gantinya: Makanlah buah-buahan biasa. Memakan buah-buahan adalah cara yang bagus untuk mengaktifkan sistem pencernaanmu pada pagi hari dan mempersiapkannya untuk asupan kalori yang lebih tinggi pada waktu makan berikutnya.

6. FODMAP

Apel, bawang putih, pir, kacang-kacangan, dan persik mengandung oligosakarida, disakarida, monosakarida, dan poliol yang dapat difermentasi, atau FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols). Semua itu adalah karbohidrat yang sensitif bagi banyak orang karena lebih sulit dicerna dibanding kandungan lain, yang kemudian menyebabkan fermentasi di perut dan usus, sehingga menyebabkan rasa kembung. Kandungan ini tidak perlu dihindari, tapi idealnya dimakan agak siang setelah sistem pencernaanmu lebih aktif.

Sebagai gantinya: Santaplah makanan-makanan ini dalam jumlah kecil bersamaan dengan lemak dan protein dalam jumlah yang cukup untuk membantumu mencernanya.

Apa yang biasanya kamu makan untuk sarapan? Apa menurutmu sarapan membantumu tetap bugar atau kamu justru ingin mengubah kebiasaanmu? Beri tahu kami di kolom komentar atau bagikan tipsmu sendiri, ya!

Bagikan Artikel Ini