Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa
Sisi Terang

Jangan Menyuruh Orang yang Depresi untuk “Semangat”, Ini Alasannya

1---
235

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 264 juta orang mengalami depresi di seluruh dunia. Statistik ini adalah tanda menggelisahkan bahwa kita tak hanya perlu menjaga kesehatan mental kita, tapi kita juga harus menjaga kesehatan mental orang lain. Namun, meskipun kita sering berniat baik, kata-kata kita ternyata bisa lebih membahayakan orang yang terkena depresi.

Ada beberapa frasa biasa yang sering orang katakan kepada orang yang mengalami depresi untuk menghibur mereka, tapi itu sebenarnya berbahaya. Sisi Terang telah menulisnya di bawah agar kamu berhati-hati.

“Sering-seringlah ke luar rumah.”

Memang benar mendapat cahaya matahari meningkatkan level serotonin dan berjalan atau berolahraga, umumnya, bisa membantu seseorang merasa lebih baik. Penting untuk dicatat bahwa depresi adalah kondisi mental yang serius. Orang yang depresi tak bisa sembuh hanya dengan ke luar rumah. Bagi mereka, bahkan hal sederhana seperti keluar kamar juga tantangan setiap hari.

“Semangat!”

Meskipun kamu berniat baik, meminta orang yang depresi untuk “semangat”, sebaliknya, bisa membuat mereka lebih sedih. Dengan meminta mereka melupakannya, kamu akhirnya mengabaikan rasa sakit mereka. Jika mereka bisa semangat, mereka akan melakukannya. Tidak ada yang berharap menjadi sedih.

“Itu cuma pikiranmu.”

Depresi adalah masalah serius, dan tidak, itu bukan cuma pikiranmu. Gejalanya beragam dari perubahan nafsu makan sampai tidak bisa tidur dan merasa lelah atau tak berharga. Mengatakan ini kepada seseorang menunjukkan bahwa kamu tidak percaya kondisi mereka sungguhan.

“Kamu berlebihan.”

Jika orang yang depresi mengeluh bahwa mereka mengalami sakit punggung parah, sering sakit kepala, atau penglihatan mereka memburuk, mereka tidak mengada-ada atau berlebihan. Semua ini adalah gejala fisik depresi yang bisa membuat mereka sangat kesulitan menjalani hari.

“Orang lain lebih kesulitan.”

Semua orang punya tingkat toleransi yang berbeda. Kamu harus menghindari membandingkan rasa sakitmu dengan orang lain. Hanya karena seseorang tampak lebih sulit, bukan berarti orang lain tidak berhak merasa sedih dengan masalah mereka.

“Kamu tidak terlihat depresi.”

Orang yang depresi tidak perlu terlihat depresi — tersenyum meskipun depresi sungguh ada. Orang-orang ini, meskipun mereka merasa sedih, tak pernah menunjukkannya di depan umum dan memakai senyum seperti topeng. Bahkan kolega dan rekan kerja mereka tak akan percaya jika kamu bilang orang ini mengalami depresi.

Daripada memaksakan pendapatmu kepada orang lain atau menghakimi mereka, sebaiknya coba pahami mereka, beri mereka ruang, dan perlakukan mereka dengan baik. Kita tak pernah tahu apa yang dialami seseorang.

Kamu pernah berjuang melawan depresi? Bagaimana caramu mengatasinya?

1---
235
Bagikan Artikel Ini