Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

10+ Tips Cara Memilih Celana Denim yang Tepat

Rata-rata, wanita memiliki tujuh celana denim di lemari pakaian mereka. Kini, pakaian jenis ini menjadi sangat universal. Jika kamu memadukan celana denim dengan pakaian yang tepat, kamu bisa mengenakannya untuk pergi ke bioskop atau rapat bisnis. Tapi sering kali, menemukan model denim yang tepat, yakni celana yang bisa menyembunyikan kekurangan dan menonjolkan kelebihan tubuh kita, adalah hal yang sulit.

Kami di Sisi Terang menemukan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat berada di kamar pas untuk memastikan celana denimmu bisa dipakai selama bertahun-tahun.

1. Ukuran.

Jika mencoba celana denim yang agak ketat di tubuhmu, jangan langsung dilepas. Masalahnya, celana denim bisa meregang dan seiring waktu akan menjadi lebih besar hingga setengah ukurannya. Bagian pinggang dan pinggul akan meregang—di sinilah bagian yang paling ketatnya. Jika kamu mencoba celana denim yang lebih longgar, bentuknya akan cepat berubah dan tidak akan tampak bagus.

Bagaimana caranya membedakan celana denim yang tepat dengan yang terlalu kecil? Duduklah di kursi kamar pas: jika celana itu membuatmu sulit bernapas dan bergerak, berarti ukurannya terlalu kecil. Jika celana terasa agak ketat, tapi kamu bisa tetap nyaman, itu celana yang tepat untukmu!

2. Bahan.

Di celana denim yang bagus, kamu bisa melihat benangnya, yakni garis-garis diagonalnya, saling berjalin. Bagian luarnya harus lebih gelap daripada bagian dalam. Karena, di celana denim, hanya benang yang terlihat dari luar yang diberi pewarna. Karena itu, warna celana denim lebih cerah di bagian dalam.

3. Bagian logam.

Ritsleting, kancing, dan elemen lainnya harus terbuat dari logam (perunggu, aluminum, nikel, atau kuningan). Bahan logam lebih tahan lama dan bagus untuk celana denim.

Pastikan potongan logamnya mulus, tidak ada cacat, dan ritsletingnya tidak meluncur turun saat tertutup. Jika tidak, kamu akan terjebak dalam situasi memalukan nantinya.

4. Lubang ikat pinggang.

Maksud kami adalah lubang yang menahan ikat pinggang. Biasanya, setiap celana denim memiliki lima lubang ikat pinggang agar bisa menahan dengan optimal. Beberapa perusahaan, seperti Wrangler, menambahkan dua lubang tambahan ke modelnya.

Jika lubang ikat pinggang kurang dari lima, sebaiknya kamu tidak membeli celana itu, karena ikat pinggang tidak akan cukup ketat, dan akan membuatmu tidak nyaman serta merusak penampilan. Potongan lubangnya juga harus bagus dan sejajar satu sama lain.

5. Ukuran saku.

Ukuran saku belakang harus proporsional dengan panggul. Jika tidak, hal itu akan merusak penampilanmu. Jika panggulmu cenderung besar, jangan membeli celana denim dengan saku yang kecil, karena panggulmu akan telihat lebih besar. Para gadis dengan panggul yang lebih kecil sebaiknya menghindari saku yang besar—karena akan membuat panggulnya tampak lebih kecil.

6. Jarak antara saku.

Jarak antara saku belakang yang terlalu jauh akan membuat panggul terlihat lebih besar. Dan jika jaraknya terlalu dekat, panggul akan tampak lebih kecil. Kamu bisa memanfaatkan ini untuk menyesuaikan penampilan tubuhmu. Jika tidak memerlukannya, pilih model dengan jarak antara saku belakang yang sedang.

7. Label.

Label bisa terbuat dari kulit atau kain. Tulisan dan simbol sulaman atau timbul adalah tanda lain celana denim itu bagus, dan label juga sering berisi informasi tentang celananya. Perhatikan kerapian jahitan labelnya. Jika jahitannya berantakan, ada baiknya mencari model yang lain.

8. Jarak antara jahitan bawah dengan ritsletingnya.

Celana denim berpinggang tinggi memiliki jarak jahitan bawah dengan ritsleting yang lebar, yang bisa mengubah proporsi visual tubuh dan membuat bagian bawah tubuh tampak lebih panjang. Untuk menghindari ilusi optik ini, pilih celana dengan jarak yang sedang antara jahitan bawah dan ritsleting.

9. Warna label dalam.

Label yang ada di dalam celana denim dan produk yang serupa harus berwarna putih. Jika merah, hijau, atau warna lain, kemungkinan besar warna celana denim barumu akan luntur setelah dicuci.

10. Lingkar pinggang.

Lingkar pinggang celana bisa melengkung atau lurus. Lingkar pinggang yang melengkung agak lebih tinggi di bagian belakang daripada bagian depan. Potongan ini membuatnya lebih pas di pinggang.

11. Warna.

Sekarang ini, warna celana denim yang bisa dibeli di toko sangat beragam. Saat mengunjungi toko, pikirkan apa tujuanmu membeli celana denim. Jika mencari model yang bisa dipakai untuk ke kantor dan pesta, pilih warna yang lebih gelap. Menurut para penata busana, celana denim seperti ini selalu tampak lebih elegan dan mirip dengan celana bahan. Jika membutuhkan celana denim serbaguna, pilih variasi warna indigo.

12. Kerutan.

Perancang busana sering mendekorasikan beberapa model celana denim dengan kerutan atau warna yang pudar. Kamu bisa melihatnya di bagian atas paha atau di sekitar lutut. Hati-hati: detail dekoratif ini menarik perhatian. Jika tidak ingin bagian tubuh tertentu menjadi pusat perhatian, pilih celana denim tanpa kerutan di area ini.

Apa yang kamu perhatikan jika memilih celana denim? Mungkin, kamu punya kiat sendiri untuk membeli model yang paling pas?

Kredit foto pratinjau unsplash
Bagikan Artikel Ini