10 Bocah Kaya di Dunia yang Menghasilkan Uangnya Sendiri

Ada beberapa anak di dunia yang bisa menghasilkan miliaran rupiah jauh sebelum bisa mendapatkan SIM atau lulus SMA. Dari YouTuber hingga gamer dan pengusaha dasi kupu-kupu, anak-anak ini menjadi kaya dengan bekerja keras. Dengan kemauan dan keberuntungan serta sedikit bantuan dari orang tua tentunya, mereka mampu melewati tantangan yang melanda.

Kami di Sisi Terang memilih beberapa bocah sukses untuk dikenal lebih jauh, dan setelah membaca kisah mereka, kamu mungkin bisa mulai bertanya soal ide bisnis kepada anak-anakmu.

1. Ryan Kaji

Beberapa tahun lalu, Ryan, yang saat itu masih TK, sangat suka menonton video YouTube tentang ulasan mainan, sehingga dia meminta orang tuanya untuk membuatkannya channel juga. Mereka setuju, namun awalnya tidak ada yang menonton video Ryan. Tetapi, ibunya mendapatkan ide yang memberinya jalan menuju kesuksesan. Dia merekam Ryan yang sedang memainkan lebih dari 100 mainan dari seri Pixar, Cars, dan video tersebut menjadi viral.

Kini, Ryan berusia 9 tahun dan menjadi salah satu YouTuber dengan pendapatan tertinggi, menghasilkan hampir Rp421 miliar. Selain itu, Ryan merupakan YouTuber dengan pendapatan tertinggi pada tahun 2018, 2019, dan 2020.

2. Nastya

Anastasia Radzinskaya, yang dikenal sebagai Nastya di Internet, adalah YouTuber anak-anak. Dia lahir di Rusia dan didiagnosis cerebral palsy (lumpuh otak). Pada saat itu, dokter khawatir bahwa dia tidak akan mampu berbicara.

Tahun 2015, orang tua Nastya memutuskan untuk menguji keberuntungannya dan menjual perusahaan mereka hanya untuk membuat dan berinvestasi pada channel anaknya, Like Nastya. Dimulai dengan merekam konten membuka kemasan (unboxing) mainan, Nastya kini memiliki banyak konten online untuk anak-anak dengan lebih dari 190,6 juta subscriber di YouTube. Selain itu, dia menghasilkan sekitar Rp260 miliar pada tahun 2020.

3. Matthew David Morris

Dikenal sebagai MattyBRaps atau MattyB, Matthew David Morris memulai perjalanan menuju kesuksesannya ketika mulai memposting video musik di YouTube, yang berisi lagu-lagu remix. Video pertama yang pernah dia buat adalah cover lagu “Eenie Meenie” milik Justin Bieber ketika dia baru berusia 7 tahun pada 2010. Dalam 4 tahun, video-video di channel-nya telah dilihat miliaran kali.

Diperkirakan Matthew menghasilkan Rp42 miliar, yang dihasilkan melalui penjualan lagu, pendapatan iklan, dan penampilannya di berbagai acara.

4. Moziah Bridges

Sejak Moziah Bridges masih kecil, dia sangat suka berpakaian necis. Dia bahkan mengenakan setelan tiga lapis saat bermain di taman. Namun, dia tidak suka dengan dasi kupu-kupu yang dijual di pasaran. Walhasil saat Moziah baru berusia 9 tahun, dia memutuskan untuk membuat perusahaan untuk mengatasi masalah ini.

Sebenarnya, ketika mendapatkan ide tersebut, Moziah dibantu oleh neneknya yang pernah menjadi penjahit. Dia mengajarkan Moziah cara menjahit. Dengan bantuan dari ibunya, dia pun berhasil mencapai tujuannya. Kini dia membuat dasi, dasi kupu-kupu, dan aksesori seharga Rp168 ribu hingga Rp700 ribu. Selama sekitar 6 tahun, perusahaannya sudah menjual produk dengan total nilai Rp8 miliar.

5. Alina Morse

Alina mendirikan perusahan permen bebas gulanya ketika dia baru berusia 9 tahun, hanya karena ayahnya bilang kepadanya kalau Alina tidak boleh makan permen karena akan merusak giginya. Jadi, dia mulai belajar dan bereksperimen dengan resep permen bebas gula melalui video yang dia tonton di YouTube.

Ketika berusia 13 tahun, dia merintis perusahaan Zolli Candy langsung dari dapur rumahnya, dan tahun 2018, dia menghasilkan Rp84 miliar! Walau sibuk berlatih dansa dan duduk di bangku SMP, Alina mampu mengatur waktunya untuk menyiapkan rapat dengan pengencer di seluruh dunia dan mengelola 6 orang karyawan. Belakangan ini, perusahaan Alina menjadi “nomor satu” dalam menjual permen bebas gula.

6. Nick D’Aloisio

Nick D’Aloisio belajar autodidak cara mengembangkan perangkat lunak ketika berusia 12 tahun. Di usia 15 tahun, dia membuat aplikasi iPhone gratis bernama Summly. Aplikasi ini secara otomatis merangkum cerita baru, yang cocok untuk ponsel layar kecil. Kemudian, ketika berusia 17 tahun, dia menjual aplikasinya kepada Yahoo! Inc. seharga hampir Rp281 miliar. Setelah kesepakatan tersebut, aplikasi ini akhirnya tidak digunakan lagi, namun pernah diunduh hingga 1 juta kali.

7. Kyle Giersdorf

Pada usia yang masih 16 tahun, Kyle secara instan menjadi miliarder ketika memenangkan Fortnite World Cup yang diadakan di New York. Dia mendapatkan Rp25 miliar dari total hadiah Rp43 miliar. Sebelum sukses, dia hanyalah seorang anak lelaki biasa yang sedang mencari inspirasi melalui channel streaming. Entah bagaimana, cara ini berkontribusi kepada kesuksesannya menjadi gamer.

8. Evan

Kisah Evan dimulai ketika dia baru berusia 5 tahun. Bersama ayahnya, Evan membuat rekaman stop motion dengan beberapa mainan Angry Birds. Awalnya, Evan hanya ingin memamerkan video hasil karyanya kepada keluarga, tetapi tanpa diduga, malah menghibur lebih banyak orang.

Sampai tahun 2015, videonya telah ditonton berjuta-juta kali dan menghasilkan sekitar Rp18 miliar per tahun. Kini, Evan dan keluarganya memegang total 5 channel YouTube.

9. Farrhad Acidwalla

Farrhad kini berusia 27 tahun, namun sudah menjadi wiraswasta selama lebih dari sepuluh tahun. Semua berawal ketika dia baru berusia 13 tahun. Dia meminjam uang sebesar Rp140 ribu dari orang tuanya untuk memulai komunitas online tentang pemodelan pesawat dan aviasi. Setelah beberapa waktu, dia menjual proyeknya kepada seorang penggemar seharga sekitar Rp16 juta.

Beberapa tahun kemudian, ketika dia berusia 16 tahun, dia menghabiskan Rp5 juta untuk memulai bisnisnya sendiri (Rockstah Media), yang fokus pada jasa mengenalkan merek perusahaan (branding), periklanan, dan pengembangan web. Kini, pendapatan bersihnya diperkirakan senilai Rp56 miliar.

10. Isabella Barrett

Memulai kariernya di acara Toddlers & Tiaras di channel TLC, Isabella menjadi miliarder ketika usianya masih 6 tahun. Kini dia seorang remaja dan punya 5 merek dagang. Dia juga menata gaya banyak seleb remaja.

Ketika ditanya hal apa yang menjadi motivasinya, Isabella berkata dia termotivasi saat melhat anak-anak dan remaja lain melakukan hal yang lebih hebat dari dirinya.

Apa kamu kenal seseorang yang mencoba meniti karier dengan bermain game atau membuat channel YouTube? Apa mimpi masa kecilmu?

Bagikan Artikel Ini