Hati-Hati: 8 Trik Membela Diri Ini Lebih Membahayakan alih-alih Melindungi Nyawamu

Bayangkan kamu sedang berjalan sendirian di malam hari. Atau mungkin di siang hari, tapi kamu berada di lingkungan yang kurang aman. Tentu kamu ingin wasapada dan tahu bagaimana harus bereaksi seandainya seseorang menyerangmu. Di situlah trik-trik bela diri akan bermanfaat. Tapi berhati-hatilah dengan saran yang kamu ikuti. Karena jika trik-trik itu diambil dari sumber tak terpercaya yang belum berpengalaman menghadapi situasi seperti ini, itu justru akan merugikan dan membahayakanmu.

Kami di Sisi Terang telah melakukan penelitian mendalam mengenai hal ini dan ingin membagikan anjuran dan larangan dalam tindakan membela diri.

1. Memegang beberapa kunci di sela-sela jari

Banyak orang mengira cara terbaik menggunakan kunci untuk perlindungan diri adalah dengan memegangnya di sela-sela jari. Tapi ada beberapa kelemahan metode ini:

  • Jika penyerang melihat tanganmu mengepal, hal pertama yang akan dia lakukan adalah merampas kunci itu dan kamu tidak akan punya apa-apa lagi untuk membela diri.
  • Jika kamu memukul seseorang dengan posisi kunci-kunci seperti itu, kamu akan melukai jarimu sendiri karena pinggiran kunci yang tajam.

Cara yang lebih baik untuk memegang kunci adalah seperti kalau kamu akan membuka pintu. Dengan begitu, kamu tidak akan menarik perhatian, dan kunci lebih mudah dipegang.

Kamu juga bisa menggenggam kunci menghadap depan, seperti pisau. Ini bisa membantumu melakukan gerakan mengayun yang lebih kuat.

2. Melarikan diri dari penyerang

Melarikan diri dari seorang penyerang bukan selalu menjadi pilihan bagus.

  • Mungkin penyerang lebih cepat larinya daripada kamu. Kalau kamu berlari, ini bisa membuatnya lebih marah dan tidak sabar, sehingga lebih membahayakan dirimu.
  • Pertimbangkanlah apakah daya tahanmu cukup untuk berlari dalam waktu lama dan akan masih ada tenaga tersisa, seandainya harus melawan.
  • Punggungmu menjadi sasaran empuk, ini bisa mematikan jika penyerang membawa senjata api.
  • Kamu takkan bisa melihat yang terjadi di belakangmu, dan menoleh ke belakang untuk mengecek apa masih ada yang mengikutimu hanya akan mengganggu dan mengurangi kecepatanmu.

Meski begitu, lari masih bisa menjadi pilihan terbaikmu. Hanya saja, coba untuk tetap fokus dan menimbang situasinya, dengan mengingat konsekuensi yang bisa muncul karena melarikan diri dari seseorang.

3. Mencoba bicara dengan penyerang

Mungkin kamu berpikir bahwa berbicara dengan penyerang dan mencoba mencegah situasinya bertambah buruk bisa memperbesar peluang untuk tidak terluka. Alih-alih begitu, yang terjadi mungkin justru kebalikannya.

Penyerang hanya akan fokus kepada tujuannya (misalnya untuk merampokmu). Jadi, apa pun yang menghalanginya dari mencapai sasaran itu, seperti jika kamu mengajaknya bicara, akan ditanggapi dengan serangan. Kejengkelan itu mungkin memaksa penyerang untuk mengambil tindakan lebih drastis dan mungkin melukaimu.

4. Belajar teknik bela diri di internet

Meskipun menonton video yang menjelaskan cara membela diri bisa membuatmu merasa lebih aman, bukan begini harusnya kamu belajar bela diri.

  • Melihat seseorang melawan penyerang sebetulnya tidak sama dengan melakukannya sendiri.
  • Setelah menonton video-video semacam ini, mungkin kamu akan merasa siap untuk melawan penyerang. Di dalam video, situasinya tampak mudah di mana para instruktur mengajarkan semuanya pelan-pelan dan memperbolehkan peserta untuk menjatuhkan mereka. Tapi, dalam situasi sebenarnya, penyerang tentu tidak akan bertindak sesuai skenario yang telah kamu antisipasi.

Jadi, lebih baik mendaftarkan diri ikut kursus bela diri atau mencoba seni bela diri.

5. Melemparkan barang-barangmu ke tanah ketika dirampok

Ketika dirampok, mungkin kamu berpikir lebih baik melemparkan barang-barang berhargamu ke satu arah dan berlari ke arah lain, agar perhatian perampok terpecah sesaat. Dalam kenyataannya, tindakan itu bisa membuatnya lebih marah karena kamu tidak mengikuti instruksinya. Mungkin dia justru akan memutuskan untuk menggunakan kekerasan kepadamu dan berpotensi lebih besar untuk melukaimu daripada jika kamu mengikuti kemauannya.

6. Menghindari kontak mata

Kadang kamu mendengar nasihat ini: hindari kontak mata dengan penyerang, karena itu akan membuatnya kesal dan memperburuk situasi.

Meskipun dalam beberapa situasi hal ini mungkin benar, dalam situasi lain, ini hanya akan menunjukkan kepada penyerang bahwa kamu terintimidasi olehnya, sehingga menjadi sasaran empuk. Jadi dengan melakukan kontak mata, kamu menunjukkan bahwa kamu percaya diri, waspada, dan juga siap mengidentifikasi penyerang di hadapan polisi.

7. Menendang selangkangannya

Tindakan ini akan menimbulkan rasa sakit, tapi tidak akan banyak membantu.

  • Laki-laki bisa dengan mudah melindungi area ini, karena mereka sudah cukup sering mengalaminya dalam hidup mereka.
  • Kalau memang kamu berhasil menendang lelaki pada selangkangannya, luka yang timbul tidak akan cukup parah dan tidak akan menghentikannya cukup lama sehingga kamu bisa lolos.

8. Pura-pura berbicara di telepon

Ini adalah tips lain yang bisa memberikan rasa aman kepadamu, tapi tidak benar-benar membuatmu lebih aman.

Kamu mungkin berpikir bahwa jika seorang penyerang melihatmu berbicara di telepon, itu akan membuatnya takut, karena akan ada saksi—seseorang yang bicara denganmu di telepon. Tapi sebetulnya ini menunjukkan kepadanya bahwa kamu tidak waspada dengan sekitarmu dan tidak berhati-hati, karena pikiranmu sedang fokus ke hal lain. Jadi, dia akan menganggapmu sebagai sasaran empuk.

Bonus: Berteriaklah “Kebakaran!”

Kadang ada saran untuk berteriak, “Kebakaran!” alih-alih “Tolong!” dan masalah ini telah banyak diperdebatkan.

  • Di satu sisi, berteriak “Kebakaran!” bisa menarik lebih banyak perhatian sehingga peluang seseorang menghubungi petugas berwajib akan lebih besar. Itu mungkin saja karena orang-orang tidak begitu suka melibatkan diri dalam situasi berbahaya, jadi teriakan,"Tolong!" mungkin hanya akan membuat mereka takut.
  • Di sisi lain, kalau orang mengira ada kebakaran di dekat mereka, lebih besar kemungkinan mereka akan lari menjauh dari sumber kebakaran. Jadi, berteriak meminta tolong akan lebih efektif dalam hal itu.

Ini mungkin masih harus dicari jalan tengahnya. Pada akhirnya, yang terpenting adalah menunjukkan kepada orang-orang di sekitarmu bahwa kamu dalam bahaya dan butuh pertolongan, dengan cara apa pun yang memungkinkan, entah itu dengan berteriak “Kebakaran! atau “Tolong!”

Kamu tahu soal kesalahan-kesalahan dalam membela diri di atas? Apa kamu tahu teknik membela diri lain yang tidak efektif? Tolong bagikan di kolom komentar, ya!

Bagikan Artikel Ini