Sisi Terang
Sisi Terang

11 Pertanda bahwa Kamu Memiliki Hubungan Sempurna, meskipun Menurutmu Tidak Begitu

Sangat wajar kalau dari waktu ke waktu orang meragukan apakah hubungan mereka berjalan “sebagaimana mestinya.” Keluargamu mungkin lain dari keluarga tempat kamu tumbuh dan itu juga tidak masalah.

Kami di Sisi Terang telah menganalisis tanda-tanda hubungan non-ortodoks dan menemukan pendapat para ahli tentang kenapa banyak pasangan yang tidak mengikuti stereotip dan masih merasa bahagia.

Kamu tidak banyak bicara.

Kamu bisa berduaan dalam keadaan diam untuk waktu yang lama. Kamu tak merasa tidak nyaman dan tidak merasa harus selalu berbicara. Doktor Roni Beth berpendapat bahwa pasangan yang bisa berduaan dalam keadaan diam, mengerjakan pekerjaan mereka sendiri-sendiri, memiliki hubungan yang sangat istimewa.

  • Ayahku selalu bilang bahwa yang harus kulakukan dalam berteman adalah pandai dalam berbicara, pandai mendengarkaan, dan sangat pandai menutup mulutku. © Pretty*****Chalant / Reddit
  • Mampu merasa bahagia dalam keheningan “canggung” sebetulnya keheningan yang benar-benar mencintai. Keheningan menyampaikan semua yang tidak bisa disampaikan oleh kata-kata. © BigBossLittleFiddle / Reddit

Kamu pergi berlibur sendiri-sendiri.

Jumlah orang yang pergi berlibur tanpa pasangan meningkat, sekitar sepertiga orang dewasa Amerika mengakui mereka mengadakan perjalanan sendirian. Ini bahkan bisa memperkuat hubunganmu: jika kamu benar-benar mencintai pasanganmu, kamu akan merindukannya. Di saat yang sama, kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan. Misalnya, bisa mengunjungi museum, sementara pasanganmu di luar sana sedang mendaki gunung.

  • Musim panas lalu, aku butuh istirahat dan suamiku tidak bisa mengambil cuti bersamaku. Aku sangat patah semangat, tapi tetap mengambil cuti juga tanpa dia. Aku menghabiskan waktu pagi untuk mendaki gunung sendirian, dan pergi keluar untuk makan siang, pergi berbelanja untukku sendiri, dan bukan untuk anak-anakku. Mungkin ini liburan paling menenangkan yang aku jalani setelah sekian lama. Ini memberiku waktu untuk fokus kembali dan aku mengambil kesempatan manisku untuk menikmati hari. Aku tidak perlu menunggu anak-anak atau mengikuti mereka, dan aku tidak perlu bergegas-gegas karena jadwal suamiku yang padat. Ini adalah waktuku. Dan menurutku, tiap pasangan yang sudah menikah perlu beristirahat tanpa pasangannya, meskipun cuma pergi sehari, ini hal baik.
    © Lizzy White / Quora

Pasanganmu tidak melewatkan waktu bersama keluarga.

Jika hubungan orang tua dengan pasanganmu baik, itu bagus. Tapi keadaannya jauh kurang menyenangkan kalau mereka tidak saling suka. Tapi ini tidak perlu menjadi sumber konflik. Pasanganmu tidak perlu ikut makan malam dengan keluargamu, tapi dia masih tetap mencintaimu dan menghormati kerabatmu. Kamu cuma perlu menentukan aturan dasar sesegera mungkin.

  • Jangan coba mengubah orang tuamu untuk melawan pasanganmu dan menggunakan mereka sebagai senjata untuk mengendalikan pasanganmu. © Matthew Joaquin / Quora

Kamu memiliki pandangan dan minat yang berbeda.

Doktor Mark White berpendapat bahwa orang terlalu menekankan nilai dari hobi yang sama. Menurutnya, minat yang sama bisa membantu orang mengabaikan masalahnya dan memperpanjang hubungan yang sebenarnya sudah tidak layak. Psikolog Diane Barth berpendapat bahwa kebanyakan dari kita butuh seseorang yang berbeda dari kita agar menjadi kuat dan hidup kita lebih kaya makna.

  • Aku dan pasanganku tidak menyukai jenis musik, seni, buku atau hobi yang sama, dan teman-teman kami sangat berbeda, tapi kami sepakat dengan hal-hal ini, seperti dia memahami cita-citaku, dan dia tahu aku bukan tipe ibu rumah tangga—hal-hal yang penting.@ Anonymous / Quora
  • Jika kamu menemukan seseorang yang sepakat denganmu dalam SEGALANYA, dan dia persis sama denganmu, kurasa itu akan sangat membosankan. Aku ingin wanita yang akan membawaku ke tempat-tempat baru dan menunjukkan hal-hal baru, serta memperkenakan aku kepada makanan baru, dsb. Aku tidak ingin kembaranku. @ Mark Taylor / Quora

Kamu sering berselisih.

Terkadang, saat sangat marah satu sama lain, kamu berselisih. Dr. Elizabeth Dorrance berkata bahwa orang yang paling kita cintai, paling banyak memperoleh emosi negatif dari kita. Di sisi lain, konflik itu bagus untuk hubungan, karena mengindikasikan bahwa kamu berdua butuh mengubah sesuatu. Mampu menyudahi konflik dengan catatan positif dan mengakui kesalahanmu adalah penting.

  • Aku punya teman yang suka terjadinya perdebatan intelektual di antara mereka, itulah cara mereka saling terhubung dan mengekspresikan cinta mereka. © Iwunderalot / Reddit
  • Betapa pun saling marahnya kamu dengan pasanganmu. Kamu masih akan keluar dari jalanmu atau dia keluar dari jalannya untuk membantu. Aku akan sangat marah, tapi akau akan dengan marah membuatkan istriku makan malam kesukaannya meskipun aku tidak ingin makan. Semarah apa pun kita dengan pasangan (biasanya akan berlangsung dalam waktu singkat), kita tidak akan pernah menyabotase atau memberi pelajaran kepada pasangan. Sering kali ini akan berakhir dengan saling meminta maaf. Berselisih dan marah adalah bagian dari hubungan dan itu tidak bisa dihindari. Cara menghadapinyalah yang membedakan antara hubungan yang sehat dengan yang buruk. © kamikaziboarder / Reddit
  • Jika pasanganmu menanggapi kritikanmu dengan serius, tanpa langsung membalasnya dengan kritikan. Jika balasannya juga benar, maka kamu berdua punya peluang besar untuk bertahan lama. © SqueakyCleanNoseDown / Reddit

Kamu tidak berusaha saling menyenangkan dengan biayamu sendiri.

Kamu tidak melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan oleh pasanganmu demi dia. Kamu melakukan pekerjaan rumah tangga bersama. Psikolog Atalanta Beaumont menentang hal-hal seperti mencoba terlalu menyenangkan pasanganmu. Jika seseorang mencoba membantu terlalu banyak terhadap orang lain, mungkin dalam masa kecilnya, usahanya tidak dihargai atau dia tidak merasa cukup baik.

  • Jika kamu mencoba menyenangkan semua orang, akhirnya terkadang kamu akan mengorbankan kebutuhanmu sendiri. Membuat orang lain tidak senang itu tidak masalah. Kamu tidak bisa membuat semua orang bahagia, dan kalau kamu bisa, itu justru akan mengkhawatirkan. © Daniel Dye / Quora

Kamu tidur terpisah.

Kamu tidur terpisah sebab salah satu dari kalian mendengkur dalam tidur dan yang lainnya sangat peka terhadap suara terkecil sekali pun. Psikolog Katherine Schreiber berkata bahwa sekarang makin banyak pasangan yang tidur terpisah. Ilmuwan di Ohio State University membuktikan bahwa tidur yang sehat jauh lebih berguna bagi hubungan dibandingkan dengan tidur bersama.

  • Selama bertahun-tahun, tidur di ranjang yang sama tidak membawa hasil bagi kami. Justru menyebabkan banyak pertentangan di antara kami. Ketika kami mulai tidur terpisah, kami menjadi pasangan yang lebih baik. Istirahat malam yang nyenyak tanpa pasangan yang mengeluhkan dengkuran atau menguasai selimut bisa mendatangkan keajaiban terhadap kejiwaan seseorang. Kami lebih banyak tertawa dan merasa santai ketika dengan tenang mengucapkan selamat tidur dan pergi ke kamar kami yang terpisah. © Ameerah Ahmed / Quora

Kamu tidak punya anak.

Kamu berdua menerima fakta ini dan hal ini tidak masalah bagi kamu berdua. Para psikolog berkata pasangan tanpa anak seringnya lebih bahagia daripada mereka yang memiliki anak.

  • Baru-baru ini suamiku telah memulai praktik sendiri, sedang aku kembali menjadi mahasiswa Ph.D. penuh di bidang yang kusukai. Kami cenderung membagi rutinitas kerja kami dengan mengunjungi berbagai negara tiap beberapa bulan, untuk memberi waktu istirahat kepada kami, menjernihkan kepala kami, kembali & bekerja lagi di bidang kami masing-masing. Mnegunjungi tempat-tempat baru dan mempelajari budaya baru selalu menjadi pengalaman menakjubkan. Di akhir pekan, suamiku bermain band dan kadang-kadang mereka mengadakan pertunjukan bersama. Aku menjadi sukarelawan di tempat penampungan hewan dan mulai mengikuti kelas bahasa Prancis, karena ini adalah bahasa yang selalu ingin kupelajari. Kalau punya anak, mungkin kami tidak akan punya kebebasan atau waktu untuk mengejar minat dan hasrat kami. © Anonymous / Quora

Kamu melewatkan lebih sedikit waktu bersama daripada yang kamu inginkan.

Kamu tidak bisa melewatkan banyak waktu bersama, tapi kamu tidak khawatir tentang hal itu: kamu mempercayai pasanganmu dan yakin dengan perasaannya. Tentu, berapa banyak waktu yang kamu lewatkan bersama adalah penting, tapi menurut para psikolog, bagaimana cara kamu melewatkan waktu bersama jauh lebih penting. Melakukan sesuatu bersama harus membuat kedua pasangan bahagia.

  • Dia belajar mengantisipasi kebutuhanmu secara naluri. Sejak awal sekali, ketika aku mulai berpacaran dengan suamiku, aku merasakan dia jauh saat kami berdua cukup sibuk. Aku tidak pernah menyebut-nyebut hal itu kepadanya, tapi aku merasa dia menjauhkan diri dan aku ingin menghormati itu tanpa konflik. Kemudian, dia mengirim sejumlah pesan kepadaku yang mengatakan bahwa dia merasa jauh dan merindukanku.© Me_Mento_Mori / Reddit

Butuh waktu lama untuk saling menerima.

Kita semua punya kekurangan dan terkadang orang butuh waktu untuk menerimanya. Para psikolog berkata bahwa menerima orang tidak berarti kita harus menyepakati apa yang mereka lakukan. Penerimaan adalah setuju dengan kenyataan, tanpa mencoba untuk mengubahnya. Bayangkan saja betapa sebuah hubungan akan membaik jika seseorang merasa bahwa dia benar-benar diterima.

  • Butuh sekitar 7 tahun untuk mulai lebih sedikit mengkritik suamiku, tapi aku masih sangat sering mendapatkan reaksi awal bahwa “Aku istri yang buruk.” © whodunit_notme / Reddit
  • Pasanganku tumbuh dalam keluarga yang kurang berada dibanding aku, tapi kami punya banyak ide yang cocok buat kami. Seperti bagaimana salah satu dari kami dibesarkan misalnya, akan merasa prihatin saat makanan menipis, dibanding dengan dibesarkan dengan pikiran bahwa kita harus makan semuanya dan jangan biarkan ada yang tersia-sia. Lalu itu menjadi obrolan yang harus kamu bicarakan dengannya. Adalah dosa membiarkan makanan membusuk, lebih baik daripada mempertahankan kulkas penuh di mana jika sesuatu membusuk kamu tinggal membuangnya. © Postsupernova / Reddit

Kamu mengekspresikan perasaan dengan cara berbeda.

Kamu bisa memiliki gagasan berbeda tentang cara mengekspresikan perasaanmu. Bagi salah seorang dari kamu, kata-kata itu penting, bagi yang lain—tindakan, pelukan, dan hal-hal lain penting. Sebuah penelitian menunjukkan: orang-orang yang bertahan dalam pernikahan yang panjang menganggap membeli makanan dan bersih-bersih rumah sebagai cara menunjukkan cinta dan kasih sayang.

  • Mengetahui bagaimana seseorang paling baik mengekspresikan dan menerima tanda-tanda cinta /kasih sayang adalah penting. Banyak lelaki adalah pencinta fisik, artinya, mereka paling bisa menerima tanda-tanda kasih sayang melaui ungkapan fisik dalam artian sebenarnya, seperti ciuman atau pelukan yang tidak diminta. Dalam hal yang sama, mungkin dia punya pasangan yang bahasa cintanya seperti kata-kata yang tertulis atau ucapan, orang macam ini suka diberi tahu tentang rasa yang dimiliki pasangannya dengan cara yang elegan dan mendalam.
    © Christopher Johnson / Quora

Apa definisi hubungan sempurna bagimu?

Sisi Terang/Hubungan/11 Pertanda bahwa Kamu Memiliki Hubungan Sempurna, meskipun Menurutmu Tidak Begitu
Bagikan Artikel Ini
Artikel menarik lainnya