12 Fakta yang Membuktikan bahwa Menyusui adalah Kekuatan Super yang Sesungguhnya

Mari kita mulai dengan pernyataan bahwa duduk dan turun berat badan tanpa olahraga tambahan adalah kekuatan super yang sebenarnya, dan itulah persisnya yang bisa dilakukan oleh menyusui. Tapi kekuatan menyusui bukan hanya terbatas pada mengembalikan bentuk tubuh para ibu setelah persalinan, tapi mencakup kekuatan yang memiliki manfaat biologis, fisiologis, dan psikologis ajaib baik bagi ibu maupun anak.

Sisi Terang akan membuatmu kagum dengan menguraikan lebih jauh seputar kekuatan menyusui, jadi ayo kita mulai!

1. Menyusui bisa menurunkan berat badan.

Memproduksi ASI dan menyusui adalah pekerjaan berat bagi tubuh wanita. Faktanya, aktivitas ini bisa membakar sampai 500 kalori per hari, begitu menurut dokter ahli kandungan dan ginekologi. Inilah alasan kenapa banyak ibu menyadari bahwa mereka mulai kehilangan berat badan setelah melahirkan. Mereka mulai membakar kalori lebih banyak dibanding yang dikonsumsi dan mengalami penurunan berat badan tanpa melakukan olahraga tambahan.

2. Tubuh ibu bisa memproduksi ASI yang berubah-ubah rasa dan warnanya.

Bau dan rasa ASI bervariasi menurut apa yang dikonsumsi ibu, begitu kata beberapa penelitian. Ini terutama membantu karena mereka bisa menghadapkan bayi kepada berbagai rasa selama masa menyusui dan membuat bayi tidak pemilih terhadap makanan, begitu diperkenalkan kepada makanan padat. Ditambah fakta keren lain bahwa warna ASI tidak selalu putih, tapi berubah-ubah tergantung pada makanan dan asupan vitamin ibu. Kamu bisa menemukan warna ASI kebiruan, kehijauan, kekuningan, atau agak pink.

3. Tubuh wanita mengubah komposisi ASI guna menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Bayi tumbuh dengan cepat dan selalu butuh tambahan protein, mineral, dan vitamin tergantung pada tingkat perkembangannya atau apakah bayi sedang berjuang melawan penyakit tertentu, misalnya demam biasa. Itu sebabnya, bisa dibilang ASI itu “cerdas.” Formulanya berubah untuk menyesuaikan terhadap kebutuhan anak. Perubahan ini bisa terjadi mingguan, atau bahkan harian.

4. ASI menyediakan sel punca bagi bayi.

Bayi yang sedang tumbuh kembang butuh bantuan ibunya agar tubuhnya tetap berkembang. ASI adalah kunci bagi proses ini, karena mengandung sel-sel hidup, atau yang lebih penting adalah sel punca, yang memasuki tubuh bayi untuk menjadi bagian dari otak, jantung, ginjal, atau jaringan tulangnya.

5. Menyusui membuat ibu dan bayi bahagia.

Menyusui merangsang otak ibu dan bayi untuk melepaskan oksitosin, hormon yang membuat mereka merasa bahagia dan aman. Ini juga menenangkan ibu dan menstabilkan kadar stres serta kecemasannya ke tingkat yang sehat.

6. Menyusui menurunkan kemungkinan menderita kanker dan berbagai penyakit lain.

Wanita yang menyusui berisiko lebih rendah menderita jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara, kanker ovarium, dan berbagai penyakit lain seperti penyakit jantung, depresi, pasca melahirkan, dan kemungkinan menderita stroke. Makin lama seorang ibu menyusui dalam masa hidupnya, makin kuat perlindungan yang didapatkannya.

7. Menyusui juga melindungi bayi dari berbagai penyakit.

Para ilmuwan menegaskan bahwa bayi yang menyusu kepada ibunya berpeluang lebih rendah untuk menderita penyakit bayi biasa dan berbagai infeksi seperti telinga, pernapasan, dan saluran cerna. ASI memiliki khasiat perlindungan yang menyiapkan dan melindungi anak dari beberapa jenis infeksi sampai memasuki masa kanak-kanak.

8. Meningkatkan kecerdasan dan daya ingat bayi.

ASI juga membantu mengasuh anak-anak lebih cerdas. Menurut penelitian, makin sering bayi menyusu, terutama dalam 28 hari pertama setelah kelahiran, makin tinggi dampak positifnya pada tumbuh kembang otak, yang meningkatkan kemampuan kognitif dan kecerdasannya.

9. Tubuh wanita memproduksi ASI yang kandungan proteinnya lebih tinggi untuk bayi-bayi prematur.

Ibu-ibu dari bayi prematur memproduksi ASI yang kandungan proteinnya lebih tinggi guna membantu bayi tumbuh di luar rahim, begitu menurut penelitian. Ditambah, mereka juga menghasilkan ASI yang lebih kaya lemak, kalsium, dan mineral lain yang penting bagi perkembangan tulang dan otak, dan untuk mencegah penyakit dan infeksi.

10. Membantu anak memperoleh berat badan sehat.

Menyusui mendukung kenaikan berat badan yang sehat dan kelak membantu mencegah obesitas pada anak-anak. Penelitian telah menemukan bahwa bayi yang menyusu berisiko mengalami obesitas sampai 30% lebih rendah. Dengan tiap bulan bayi mengonsumsi ASI, risikonya turun sampai 4%. Para ilmuwan percaya hal ini dimungkinkan karena anak-anak yang disusui memiliki lebih banyak bakteri usus baik, yang bisa memengaruhi penyimpanan lemak.

11. Salah satu cara terbaik untuk menjalin ikatan dengan bayi.

Penelitian ekstensif menunjukkan bahwa menyusui adalah salah satu cara utama menjalin ikatan ibu dan bayi. Oksitosin membuat mereka berdua merasa bersatu dan dicintai. Ini juga membantu membentuk kepekaan ibu yang akan bertahan sampai bertahun-tahun. Ini akan membantunya merespon lebih cepat kepada anaknya, lebih luwes dalam perilakunya, dan pandai memahami isyarat anaknya. Di pihak lain, ini akan membuat bayi merasa lebih aman dan diterima.

12. Membuat tulang ibu lebih kuat.

Jangan khawatir bayi akan menyedot semua kalsium dari dalam tubuh. Para ahli tahu bahwa kehamilan dan menyusui bisa menyebabkan tubuh wanita jauh lebih efisien dalam mengasimilasi kalsium, jadi saat bayi baru berusia 6 bulan, tulang-tulang ibu akan lebih padat dibanding sebelum diketahui kehamilannya. Manfaatnya begitu mengesankan sehingga bisa menurunkan risiko diidapnya osteoporosis.

Apa kamu memilih untuk menyusui atau berencana untuk melakukannya saat punya anak? Menurutmu, keajaiban lain apa yang dimiliki tubuh ibu setelah bayi dilahirkan? Tuliskan pendapatmu di bawah!

Kredit foto pratinjau Depositphotos.com, Depositphotos.com
Bagikan Artikel Ini