17 Kenakalan Masa Kecil yang Bisa Bikin Malaikat Kehilangan Kesabaran

Kehidupan orang tua penuh akan kejadian dan kejutan yang tak terduga. Kamu takkan pernah tahu hal kecil apa yang bisa memicu tantrum anak atau apa yang bisa mereka lakukan selama 5 menit tanpa suara. Para ibu dan ayah terpaksa menguji kesabaran mereka setiap hari, sementara kenakalan anak-anak mereka bisa mendorong orang tua yang paling sabar pun mengamuk.

Di Sisi Terang, kami yakin kalau anak-anak bisa membantu kita belajar sabar dan merespons kejadian tak terduga dengan tenang. Kami senang melihat foto-foto pengguna Internet yang bisa memperlihatkan “zen orang tua” meski ada banyak masalah di depan mereka. Dan di akhir artikel, kamu akan menemukan fitur bonus, yang berisikan kisah orang dewasa yang mengingat kenakalan mereka saat masih kecil.

“Butuh waktu 20 jam buat ibunya melepaskan semua ini gara-gara adik lelakinya menumpahkan semua isi ’Bunchems’ di rambutnya.”

“Anaknya temanku yang masih batita memberi makan kucing mereka dan menambahkan marshmallow ’coalnya ci meng cuka.’”

“Pagi ini putriku menangis waktu suamiku enggak mau buka bungkus ’permen’ yang dia temukan di tasku ini.”

“Aku diberhentikan polisi karena ngebut. Ini seharusnya tempat SIM-ku. Makasih, ya, Nak.”

“Aku enggak yakin ini salah siapa—anak-anakku yang enggak nutup pintu, atau aku yang enggak memastikan pintunya tertutup.”

“Anaknya temanku yang masih batita menaruh semua persediaan Pepsi ke freezer dalam kulkas mini mereka. Ini hasilnya.”

“Aku ini ayah tunggal dan bekerja sebagai mekanik. Tapi setiap akhir pekan, kuku-ku dicat oleh semua anak gadisku.”

“Putraku yang berusia 2 tahun menjatuhkan 10.000 manik-manik.”

“Putriku yang sudah remaja menaruh semangkuk cokelat di microwave, tapi dia lupa mengeluarkan sendok teh logamnya. Dan dia mengirimkan mahakarya ini.”

“Aku masuk ke kamar dan melihat putraku yang berumur 3 tahun mencoba menggambar sesuatu dalam buku gambarnya memakai stylus dari tablet grafikku.”

“Melihat pandanganku yang panik, nenekku bilang, ’Jangan khawatir, pulpen ini isinya sudah habis. Nanti kita buang aja, ya.’”

“Ayah, ayo cari aku.”

“Ini adalah tempat terbaik untuk mengecas Nintendo Switch, ya, ’kan?”

“Hari ini aku terpaksa beli apel palsu di toko berkat putraku.”

“Anakku membuat ini di TK dan bilang, “Ayah, lihat, ini Ayah.’”

“Putriku yang masih batita bilang kalau dia mengalami kecelakaan dan sekarang kita punya ’guguk kicil.’”

“Aku tidak tahu kalau aku membesarkan pendaki gunung.”

“Putriku yang proaktif dan berusia 3 tahun berteriak dengan bangga dari ruangan sebelah, kalau dia telah menaruh piringnya di mesin cuci piring.”

Bonus: kisah dari orang-orang yang merupakan mantan pembuat onar.

  • Suatu hari, ibuku membelikan celana jin bergaris yang sangat trendi di tahun 1990-an. Aku tidak tahu berapa harganya. Ibu membesarkan aku dan saudariku sendirian, jadi mungkin ini sangat berat baginya. Aku dulu sangat kreatif, saat ibuku di kantor, aku memutuskan untuk merobek celana jinnya, seperti yang ada di dalam video populer di MTV. Lalu aku melengkapi pakaianku dengan sepatu bot klasik bergaya militer. Jadi aku memakainya, mengagumi penampilanku di cermin, dan pergi ke kantor ibuku untuk memamerkannya. Aku takkan pernah lupa wajahnya. Dia bahkan tak bisa menggerutu, cuma terpaku. Kemudian ibuku memesan taksi, dalam diam, dan mengirimku pulang supaya aku tidak mempermalukan diriku.
  • Saat aku masih 3 tahun, aku membuka pintu dan pergi ke luar. Seluruh desa mencariku selama beberapa jam. Mereka menemukanku di rumah tetangga sedang tidur di ranjang, setelah aku makan sup kalengan, memakai lipstik, dan manik-manik! Sepertinya hariku waktu itu sukses. Sayangnya aku tak bisa ingat perasaan saat itu. © Lena Nowak / Facebook
  • Suatu hari, nenekku mencuci semua kaus milik kakekku dan menjemurnya di halaman. Hari itu di luar dingin sekali. Aku keluar untuk jalan-jalan di halaman, menyentuh kausnya, dan menyadari kalau kausnya itu sekeras batu (semuanya membeku). Aku berpikir, “Bagaimana aku bisa membantu kakekku, bagaimana aku bisa membuat kausnya jadi lembut?” Aku tidak bisa memikirkan cara lain selain mengambil cangkul dan mulai memukuli jemuran itu pakai cangkul. Singkatnya, aku memotong semua kausnya. Kemudian, mereka berbicara kepadaku lama sekali, menjelaskan sesuatu. Aku masih bertanya-tanya bagaimana mereka bisa menemukan kekuatan agar tidak mengomel. © Anastasiia / AdMe

Apa kamu rusuh waktu masih kecil? Bagikan memorimu di kolom komentar di bawah.

Kredit foto pratinjau ifyouthinkitsmeitis3 / Reddit
Bagikan Artikel Ini