17 Komik Ironis dari Ayah 3 Anak Ini Menggambarkan Bagaimana Kondisi Cuti Melahirkan

Hai, namaku Anatoly Kurganov. Aku pernah bekerja sebagai penulis dan analis IT. Sekarang, aku sedang cuti melahirkan untuk ayah sambil membesarkan 3 anak. Di waktu luang, aku memimpin proyek Paparium, tempatku menggambarkan kehidupanku sebagai ayah. Teman-temanku, seniman berbakat, Natalia, dan penulis penuh inspirasi, Oksana, membantuku membuat komik ini.

Semoga semua pembaca Sisi Terang bisa mengapresiasi proyek kami dan sefrekuensi dengan pengalaman kami. Aku yakin banyak dari kalian juga sedang membesarkan anak laki-laki dan perempuan yang tingkahnya unik-unik.

Setelah bertahun-tahun, semua barang kebesaran yang terkadang kita beli di toko online akhirnya bisa terpakai.

Makin banyak anakmu di rumah, makin banyak juga waktu yang kita habiskan di supermarket.

Para ayah memakaikan baju anak-anaknya sesuai dengan sistem seperti ini — kita selalu memilih pakaian yang paling dekat dengan kita.

“Bagaimana cara anak-anak kalian menunjukkan PR-nya ke guru lewat Zoom? Kalau anak kami cuma menunjukkannya ke kamera.”

Pernah mengalami hal serupa? Atau anak-anakmu tidak bersembunyi di belakangmu saat ada tamu?

“Anak-anakku belajar bermain gitar sejak usia dini. Lebih tepatnya, mereka memainkan mobil mainan di gitarku. Argh!”

“Saat punya anak pertama, aku terkejut sekali pas tahu dia harus dikasih makan pada malam hari juga. Aku kira anak bayi juga tidur di malam hari, seperti orang pada umumnya.”

“Saat melihat kesalahan pertama orang tua baru, aku mencoba untuk tetap diam dan menjaga mimik wajah seperti perawat medis.”

“Sampai sekarang, aku masih belum paham kenapa produsen popok tidak menulis mana yang bagian depan dan mana yang bagian belakang. Semua cuma dihias dengan pola dan gambar indah. Orang kurang kerjaan mana yang mau melihat indahnya popok? Bayi umur sebulan?”

“Andai ada tablet yang lebih murah untuk anak-anak sehingga tidak terlalu merepotkan saat rusak, jadi, anak-anak bisa belajar untuk memegang dan merawat barang dengan lebih hati-hati. Apa kamu suka ide ini?”

“Kusarankan, kamu merekam kata-kata yang ingin diulangi anak-anakmu menggunakan audio atau video. Mungkin, suatu saat, kamu mulai bisa membedakannya.”

Kamu sadar nggak kalau bayi sering tiba-tiba diam? Aku nggak bisa bayangin perhitungan kompleks seperti apa yang terjadi di otak mereka saat itu.

“Kenapa mereka masih membuat pakaian seperti ini di abad ke-21? Mungkin pakaian ini terlihat bagus di manekin, tapi aku punya anak yang tidak sabaran untuk menungguku memasang 100 kancing.”

Ini cuma komik. Tapi di dunia nyata, anakmu pasti tidak akan senang kalau diprank kayak gini.

“Aku ingat, saat kecil dulu, aku termasuk pilih-pilih makanan. Jadi, saat berumur 7 tahun, aku akhirnya belajar memakan apa saja yang disediakan, tapi aku tidak suka, dan setelah aku bisa memilih makananku sendiri, aku selalu kembali ke hidangan favoritku. Jadi, saat anakmu tidak menyukai beberapa jenis makanan, kamu tidak perlu memaksanya. Semua ini terjadi karena sensitivitas rasa yang berbeda, dan dunia antara orang tua dan anak-anak sudah berbeda. Tapi untungnya, aku masih ingat masa kecilku dengan baik sehingga aku tidak terlalu memikirkan anak-anakku yang pemilih juga, meski terkadang merepotkan.”

Kenapa semua kereta bayi cuma didesain optimal untuk orang-orang yang tingginya sekitar 165 cm? Bagaimana dengan mereka yang tingginya di atas 180 cm?

Merawat anak adalah pekerjaan 24/7.

“Aku melihat karya seorang ibu saat cuti hamil, dan ide seniman itu membuatku terpukau. Sekarang, kehidupanku sama dengannya.”

“Aku bahkan tidak menyarankan orang tua mana pun untuk mengurus anak-anaknya sendirian. Setiap orang butuh keseimbangan dalam kehidupan pribadinya, bekerja, dan mengurus anak. Jadi, untuk para ayah dan ibu, silakan saling mendukung, menyayangi, memaafkan, dan membantu tanpa perlu diminta.

Aku juga punya ide kegiatan berdurasi satu atau 2 jam untuk besok. Kalau kamu punya teman yang sudah punya anak kecil, terutama yang umurnya di bawah 2 tahun, kunjungi mereka dan katakan, ’Aku kebetulan lewat dan aku tahu betapa sulitnya merawat anak. Jadi, mungkin kamu perlu ke supermarket atau apotek untuk membeli sesuatu? Atau mungkin kamu ingin aku menjaga anakmu selama 30 menit sementara kamu menyelesaikan urusan penting?’ Atau kamu bisa mengajak mereka makan siang bersama. Kamu takkan pernah tahu betapa berartinya hal-hal kecil semacam ini dalam membantu pasangan suami-istri baru.”

Apa kamu setuju bahwa kedua orang tua harus mengurus anak-anaknya bersama? Apa kamu kenal seseorang yang sedang cuti melahirkan untuk ayah juga? Coba tulis ceritanya di kolom komentar, ya.

Kredit foto pratinjau paparium_comics / Instagram
Bagikan Artikel Ini