Sisi Terang
Sisi Terang

6 Alasan Kenapa Anak Tertua Lebih Cepat Dewasa dan Kenapa Hal Itu Kurang Bagus

Kalau kamu adalah anak pertama dalam keluarga, kamu kemungkinan pernah mengalami transformasi menarik: pada saat tertentu, kamu berubah dari sekadar anak-anak menjadi anak-anak yang lebih dewasa. Dan sebagai bonus, mungkin kamu mendapat tugas-tugas baru dan menghadapi ekspektasi tinggi, di samping hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Ini semua cuma karena kamu adalah anak tertua.

Kami di Sisi Terang ingin mengulas pengalaman anak-anak sulung, mengumpulkan pendapat para psikolog, dan mencoba menentukan cara yang sebaiknya ditempuh orang tua muda untuk membesarkan anak-anak yang bahagia. Dan di akhir artikel, ada bonus tentang keuntungan menjadi anak sulung.

1. Kamu tahu arti tanggung jawab sejak usia dini.

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan anak-anak sulung lebih bertanggung jawab dibanding adik-adiknya. Ini karena orang tua mereka sering memiliki ekspektasi tinggi terhadap mereka.

Orang tua tahu bahwa mereka bisa mengandalkan anak sulung mereka dan tidak selalu menyadari bahwa mereka mungkin merasa lelah karena harus memikul tanggung jawab terus-menerus. Kata-kata seperti, “Kamu sudah dewasa dan harusnya bertindak seperti orang dewasa” atau “Kamu lebih besar dan sudah seharusnya kamu membantu, bukan menimbulkan masalah” benar-benar sangat akrab bagi kebanyakan anak tertua.

  • Aku ingat ibuku berkata kepadaku, “Mama mau kasih kamu adik laki-laki atau perempuan, supaya kamu bisa merawatnya dan belajar bertanggung jawab.” Sebenarnya saat itu aku berpikir alangkah bagusnya kalau ibuku lebih bertanggung jawab, tapi aku enggak mengatakannya. © LizavetkaBuyanit / Pikabu
  • Aku anak tertua dari 6 bersaudara. Kami semua melindungi adik-adik yang lebih muda, tapi sebagai anak tertua, aku telah menjadi seperti ibu kedua bagi mereka semua. Orang tuaku selalu menyuruh adik-adikku menghormatiku sebagai kakak yang lebih tua dan telah menyerahkan tanggung jawab terhadap mereka kepadaku, dengan memberi tahu mereka bahwa aku yang bertanggung jawab. Aku enggak pernah mengambil keuntungan dari sana. Sebagai anak-anak, kami selalu saja bertengkar. Sekarang, aku sebagai orang dewasa dan mereka sebagai remaja, kami lebih banyak berbicara tentang kehidupan kami. Kalau mereka menghadapi masalah, mereka berbicara kepadaku dan aku menasihati mereka. Jika mereka butuh keberadaanku saat mereka ingin menceritakan sesuatu kepada orang tua, aku ada di sana. Aku suka melihat mereka tumbuh dan memilih jalan hidup mereka sendiri. © rami56743 / Reddit

2. Kamu harus mengendalikan diri dalam situasi apa pun sebab kamu adalah panutan bagi adik-adikmu. Selalu.

Anak-anak tertua harus selalu berhati-hati dengan perkataan dan perbuatan mereka. Karena adik-adik mereka bisa meniru perilaku yang “salah” itu. Inilah alasan kenapa anak-anak tertua terlalu dini berhenti menjadi anak-anak dan tumbuh menjadi perfeksionis.

Rasa takut kehilangan penghormatan dari adik-adik mereka membuat anak-anak tertua ingin membantu mereka mengerjakan PR matematika, pekerjaan rumah tangga mereka, dan hal-hal lain. Kemudian, anak tertua mendapatkan kemampuan memimpin, sedangkan adik-adiknya tidak.

Tapi selalu bersikap kuat itu sulit. Tiap anak tertua mungkin pernah mengalami momen ketika menginginkan punya kakak, bisa bersantai, dan didukung.

  • Aku 10 tahun lebih tua daripada adik lelakiku. Aku menghabiskan seluruh masa kecilku untuk mengasuh adik, mencuci pakaian, bersih-bersih, dan bahkan belajar memasak. Sekarang umurku 25, lajang dan enggak ingin punya anak. © Barmaley669 / Pikabu
  • Aku anak tunggal. Semua sepupu dekat dan kebanyakan sepupu jauhku lebih muda dariku, dan bibiku yang termuda usianya sekitar 13 tahun lebih tua dariku. Aku selalu berkhayal untuk punya kakak yang bisa mengajariku tentang dunia, hingga aku tidak harus memikirkan segala sesuatunya sendiri. Inilah mungkin alasannya kenapa sejak aku lulus SMA, aku cenderung lebih suka teman-teman yang 1-5 tahun lebih tua daripada aku. © small_latchamatte / Reddit

3. Anak yang lebih tua selalu disalahkan.

Jika anak-anak berselisih atau melakukan kesalahan bersama, biasanya anak tertua akan disalahkan. Benar-benar tidak adil ketika dua orang anak melakukan kesalahan bersama dalam pertemuan keluarga, dan orang-orang dewasa menyalahkan anak tertua.

Para psikolog menganjurkan agar para orang tua sangat berhati-hati dan tidak berpihak dalam konflik. Kalau tidak, salah seorang anak akan terbiasa selalu diselamatkan dan yang lain selalu disalahkan.

  • Aku anak perempuan tertua dan aku punya 2 saudara laki-laki. Ketika kedua saudara lelakiku melakukan sesuatu yang buruk, aku selalu disalahkan karena enggak tahu itu akan terjadi. © nadyozha28 / Pikabu
  • Aku anak kecil nakal yang manipulatif. Saat aku masih sangat kecil (ibuku menceritakan ini kepadaku), aku dan saudara lelakiku sedang duduk di kursi belakang mobil lalu tiba-tiba aku menangis dan bilang dia memukulku. Tanpa ba bi bu, lalu “pok!” Dan aku kecil yang tampak polos akan memejamkan mata, setelah menyeret saudaraku itu ke dalam masalah besar. Dia akan bilang kalau aku yang memulai, tapi buat apa balita kecil yang imut melakukan hal seperti itu? Jelas, anak berumur 5 tahunlah yang bersalah. © Steph Long / Quora

4. Adikmu mengajakmu bertengkar dan kamu tidak bisa menanggapi “sebab lebih besar dan lebih pandai.”

“Kamu lebih besar, jadi harus lebih pandai” adalah sesuatu yang membuat anak yang lebih muda lolos dengan banyak hal yang mereka lakukan.

Tentu saja, anak-anak akan berkompetisi dan itu tidak masalah. Tapi kedua anak butuh dukungan orang tua. Mereka harus tahu bahwa mereka dicintai. Orang tua harus menghargai upaya anak tertua yang bersabar terhadap adik-adiknya.

  • Aku telah berjanji kepada diri sendiri untuk tidak pernah benar-benar mengatakan kalimat menjengkelkan “Kamu ’kan lebih tua, jadi harus lebih pandai.” Aku cuma setahun lebih tua dibanding saudariku, dan tentu saja “aku anak tertua.” © MetalMaiden / Pikabu
  • Adik lelakiku merundungku dan enggak ada yang mau mendengar hal ini, sebab aku lebih tua dan lebih kuat. Jadi, kalau dia cukup dekat, aku akan memukulnya, setidaknya biar dia sedikit merasakan apa yang kurasakan. © Tri7on99 / Reddit

5. Kamu yakin mereka lebih mencintai adikmu.

Terkadang, orang tua memberikan hukuman yang lebih keras kepada sebagian anak dan hukuman lebih ringan kepada anak lain. Ada persyaratan yang berbeda karena umur dan jenis kelamin yang berbeda. Dengan kata lain, orang tua memilih anak-anak kesayangan mereka.

Sebuah penelitian yang diadakan oleh Cornell University menunjukkan bahwa 70% ibu bisa menyebutkan anak yang lebih disayanginya. Menariknya, cuma 15% anak berpikir bahwa ibunya memiliki cinta yang sama terhadap mereka semua.

Di masa depan, ini akan sangat berdampak terhadap harga diri anak yang “kurang dicintai.” Di usia remaja, mereka akan lebih cenderung memiliki kebiasaan buruk. Di samping itu, ketegangan antar anak akan bertambah jika salah satu di antara mereka kurang dicintai (atau merasa begitu).

Jika orang tua memuji keberhasilan seorang anak yang tidak dimiliki anak lainnya, mereka juga harus mencatat kelebihan yang dimiliki anak yang lain ini. Semua orang memiliki kelebihan dalam suatu hal dan kekurangan dalam hal lain, dan itu sangat wajar.

  • Satu saudara selalu disayang. Ibuku memiliki 4 anak. Saudara lelakiku yang kedua, A, selalu lebih disayang karena dia lebih bertanggung jawab dan pandai bersikap dewasa. Aku belum pernah mendengar ibuku bicara buruk tentang dia. Dia selalu bicara buruk tentang aku dan saudara lelakiku yang pertama, U. © Sandy Morales / Quora
  • Aku ingin jadi anak termuda, ibuku selalu longgar terhadap adik lelakiku, tapi selalu benar-benar keras kepadaku. Mungkin ada alasan lain, tapi aku yakin, umur ada kaitannya dengan hal ini. © Purplewavyline / Reddit
  • Aku setahun lebih muda dari saudara kandungku dan hubungan kami benar-benar bagus. Tidak seharusnya kamu membandingkan anak-anak, sebaliknya, kamu harus memuji keberhasilan dan bakatnya. Belikan mainan yang sama untuk mereka. Banyak hal tergantung pada temperamen bawaan mereka. © Angulema22 / Pikabu

6. Kamu tidak cukup punya privasi.

Anak sulung butuh ruang privasi sendiri sebagai bukti bahwa ketika adiknya baru lahir, dia tidak kehilangan apa pun yang dimilikinya. Jika anak sulung harus berbagi mainan kesayangan atau tempat tidurnya, ini akan sangat merugikan privasinya.

Semua orang harus punya wadah tersendiri tempat menyimpan semua barang mereka. Ini tentang menghormati batasmu dan batas orang lain, yang memudahkan komunikasi dengan orang lain. Orang yang tidak punya ruang privasi tersendiri takkan mengerti ketika orang lain memanfaatkannya.

  • Aku punya dua saudara kandung dan harus selalu membiarkan mereka makan potongan terakhir dari makanan apa saja. Kadang, jadi kakak laki-laki itu menyebalkan. © Champa_The_Great / Reddit
  • Yeah. Aku menjilat dan seseorang akan menginjak-injak seluruh perbatasanku ATAU aku akan menjadi seperti bom atom kepada seseorang yang sedikit saja melewati garis batas itu. Aku sedang memikirkan hal ini suatu hari dan kurasa kita sebagai kelompok cenderung bereaksi sangat keras terhadap pelanggaran batas. © danidandeliger / Reddit
  • Dalam keluarga kami, ada aturan untuk semua hadiah baru: semua orang akan mendapatkan sesuatu. Meskipun ini adalah ulang tahun si bungsu, yang lain juga memperoleh sesuatu yang bagus. Ketika anak tertua baru berumur 3 tahun, dia enggak paham kenapa saudaranya mendapat sesuatu dan dia enggak. Meskipun itu cuma sekotak pensil, anak takkan merasa dilupakan. © Lottto / Pikabu

Bonus: Ada keuntungannya. Kamu bisa selalu mengakali adikmu.

Apa masalah dewasa yang harus kamu atau anak-anak hadapi? Bagaimana kamu mengingat masa kecilmu?

Kredit foto pratinjau pixabay.com, Barmaley669 / Pikabu
Sisi Terang/Keluarga & anak/6 Alasan Kenapa Anak Tertua Lebih Cepat Dewasa dan Kenapa Hal Itu Kurang Bagus
Bagikan Artikel Ini
Artikel menarik lainnya