Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

8 Olahraga yang Membakar Lebih Banyak Lemak Dibandingkan Lari

Bagi siapa pun yang berencana untuk menurunkan berat badan, lari adalah salah satu pilihan olahraga pertama yang muncul di dalam pikiran. Tentunya, bisa dikatakan bahwa ini adalah cara paling efektif untuk melakukannya: untuk orang dengan berat badan 70 kg, berlari dengan kecepatan 8 km/jam selama 30 menit akan membakar sekitar 298 kalori. Namun, tidak banyak orang yang suka lari. Mungkin karena menekan lutut dan sendi atau mereka menganggapnya membosankan.

Kami di Sisi Terang menemukan cara berolahraga lain yang dapat membakar lebih banyak lemak dibandingkan berlari. Selain itu, ada “olahraga” bonus juga di akhir artikel.

1. Lompat tali — 372 kalori.

Ini bukan sekadar permainan populer anak, tapi juga olahraga yang biasa dilakukan banyak atlet. Lompat tali bisa menjadi olahraga kardio yang bagus, selain membantu koordinasi dan ketepatan waktu. Karena dapat dilakukan dengan lebih dari satu cara, siapa pun bisa menemukan “trik” mereka sendiri untuk mencobanya.

2. Berenang (gaya bebas) — 409 kalori.

Berenang adalah pilihan bagus untuk membakar kalori, sekaligus mencegah berbagai penyakit. Ini merupakan cara yang efektif untuk mencegah diabetes, stroke, dan bentuk gagal jantung lainnya. Selain itu, berenang membantu memperkuat otot tanpa memberi tekanan pada lutut atau pinggang.

3. Panjat tebing — 409 kalori.

Ada cara yang menegangkan dan seru untuk membakar kalori. Sedikit banyak, panjat tebing melatih otot seluruh tubuh. Manfaatnya juga dapat dirasakan bahkan pada kesehatan mentalmu, karena panjat tebing meningkatkan fokus dan efisiensi diri.

4. Bersepeda — 614 kalori.

Pembakaran kalori dari mengendarai sepeda, sama seperti lari, berhubungan dengan intensitas olahraga. Diselingi sprint beberapa kali selama mengendarainya juga efektif. Bersepeda juga tidak memiliki kekurangan apa pun. Selain merupakan olahraga yang baik, serta memberikan manfaat pada otot dan jantung, ini adalah transportasi yang praktis dan ramah lingkungan.

5. Senam aerobik — 372 kalori.

Aerobik adalah salah satu aktivitas yang paling sering dilakukan di gym, biasanya disertai dengan musik bertempo sedang dan cepat. Olahraga ini tidak hanya membakar lemak, tapi juga meningkatkan kesehatan jantungmu. Karena senam aerobik tidak menekan sendi, ini merupakan olahraga yang tepat untuk dilakukan penderita osteopenia atau osteoporosis.

6. Olahraga elliptical — 335 kalori.

Mesin elliptical memberikan cara yang baik untuk melatih seluruh tubuh. Alat ini membentuk tubuh bagian bawah (betis, paha, bokong) dan bagian atas (lengan, punggung, dan pektoral atau dada). Sebagai olahraga ringan, ini merupakan pilihan bagus bagi wanita yang ingin memperbaiki tubuh setelah hamil.

7. Burpee — 316 kalori.

Ini mungkin salah satu olahraga kalistenik yang paling dinamis, kamu hanya perlu menggerakkan tubuhmu dan cuma perlu bantuan sedikit alat atau bahkan tanpa alat. Burpee mengaktifkan otot seluruh tubuh, memungkinkan kamu membakar hingga 10 kalori per menit, tergantung pada intensitasnya.

8. Bola tangan — 446 kalori.

Olahraga, selain merupakan pertandingan kompetitif, juga bagus untuk melatih tubuh. Permainan ini, khususnya, termasuk yang membakar paling banyak kalori karena pemainnya terus bergerak sepanjang pertandingan.

Bonus: Bermain bersama anak — 372 kalori (1 jam).

Benar, kita tidak harus menjadi peminat olahraga untuk menurunkan berat badan. Satu jam bermain bersama anak dapat membakar kalori yang cukup. Para ibu dengan anak yang masih kecil yang tidak memiliki waktu ke gym mungkin akan senang mengetahui hal ini.

Catatan: Jumlah yang ada dalam artikel ini adalah pengurangan rata-rata kalori orang dengan berat badan sekitar 70 kg, yang melakukan olahraga di atas selama 30 menit, kecuali disebutkan lain.

Apa kamu suka berlari? Kapan waktu pilihanmu untuk berolahraga, pada pagi hari atau malam hari? Apa alasannya?

Bagikan Artikel Ini