Apa yang Terjadi pada Tubuhmu jika Kebanyakan Makan Daging

Meskipun daging merupakan bagian penting dari diet seseorang, makan terlalu banyak daging bisa membahayakan kesehatanmu. Ini tidak berarti kamu harus sama sekali meninggalkan steik lezat itu dari menu makanmu, tapi mengetahui apa dampak dari mengonsumsi daging berlebihan itu bagus.

Sisi Terang ingin menjaga kesehatanmu dan menekankan 11 risiko yang mungkin akan kamu hadapi jika terlalu memanjakan diri dengan protein. Cek juga bonusnya untuk mengetahui sebesar apa harusnya porsi steikmu.

1. Kamu bisa menderita batu ginjal.

Protein hewani banyak mengandung senyawa bernama purina. Purina terurai menjadi asam urat, dan kalau kadar asam uratmu terlalu tinggi, zat ini bisa membentuk batu ginjal. Kamu bisa mencegahnya dengan membatasi konsumsi daging, dan juga dengan banyak minum air putih.

2. Kamu bisa mengalami dehidrasi.

Karena kelebihan asam urat yang kita sebut di atas, kamu bisa merasa lebih haus daripada biasanya. Ginjalmu butuh air untuk melarutkan limbah beracun apa pun, jadi pastikan kamu selalu membawa air, di mana pun kamu berada.

3. Kamu bisa menderita sembelit.

Makanan berbahan dasar daging mengandung banyak protein, tapi tidak banyak serat. Biasanya kamu mendapatkan serat ini dari buah, sayuran, atau biji-bijian utuh, jadi pastikan kamu menggabungkan semua kategori makanan ini ke dalam dietmu. Sembelit dan gerakan usus yang menyakitkan bisa menjadi sebagian pertanda awal bahwa asupan seratmu terlalu rendah. Jadi, ambil salad dan manjakan dirimu.

4. Kamu bisa menderita sakit kepala.

Kurangnya hidrasi juga bisa menyebabkan sakit kepala. Kurang hidrasi menyebabkan darah lebih kental, yang berarti berkurangnya aliran oksigen menuju otak. Di sisi lain, sebagian produk berbahan dasar daging seperti salami dan hotdog mengandung nitrat, yang bisa meningkatkan aliran darah ke dalam otak.

5. Jantungmu bisa bermasalah.

Makin banyak serat dalam makananmu, maka makin terlindungi jantungmu. Jika sebagian besar makanan yang kamu konsumsi adalah daging, maka kadar seratmu tidak tinggi. Terutama daging merah, yang bisa merugikan jantungmu. Daging ini bisa melipat tigakan risiko masalah terkait jantung, dan banyak mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

6. Kamu bisa lebih sering jatuh sakit.

Lemak jenuh yang terdapat dalam daging merah dan daging olahan ini tidak mengandung antioksidan yang diperlukan tubuh untuk melawan peradangan apa pun. Seringnya kamu akan menemukan antioksidan itu dalam buah dan sayuran, karenanya, diet “berwarna-warni” itu penting. Warna buah tertentu adalah pigmen dari kelompok antioksidan tertentu.

7. Napasmu bisa berbau.

Bahan makanan yang terdiri dari protein sangat tinggi dan lemak bisa menyebabkan tubuh memproduksi keton. Keton dilepaskan melalui napas dan baunya seperti aseton. Karena itu, jika mengikuti diet keto, mungkin kamu mengalami masalah napas. Jadi, pastikan kamu juga memasukkan sedikit karbo ke dalam bahan makananmu.

8. Kamu bisa menghadapi masalah rambut dan kuku.

Produk daging jarang mengandung vitamin C. Vitamin C memainkan peranan penting dalam pembentukan kolagen, yakni protein yang membuat kulit, rambut, kuku, tulang, dll., tampak lebih baik. Jika kamu melihat perubahan yang tidak menyenangkan pada rambut dan kulitmu, maka mungkin kamu pertu mempertimbangkan lagi bahan makananmu dan mengurangi konsumsi daging.

9. Tulangmu bisa lemah.

Tingginya kadar protein bisa meningkatkan hilangnya kalsium melalui air seni. Dan kalsium sangat penting bagi tulang yang sehat. Tubuhmu tidak memproduksi kalsium. Tubuh hanya memperolehnya melalui makanan yang kamu makan, atau dari suplemen. Jika tidak cukup mengandung kalsium, tulang bisa menjadi lemah.

10. Kamu bisa merasa lebih lelah.

Makanan yang mengandung daging jauh lebih sulit dicerna oleh organ pencernaanmu dibanding sayur atau buah yang kamu konsumsi. Itu sebabnya tubuh membutuhkan jauh lebih banyak usaha untuk mencerna steik, dan karenanya, kamu merasa agak lamban setelah makan sesuatu yang berat.

11. Kamu bisa berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Menentukan satu hari tanpa makan daging tidak hanya bermanfaat bagi tubuhmu, tetapi juga terhadap lingkungan. Kamu bisa mengambil bagian penting dalam mengurangi gas-gas rumah kaca, sebagai hasilnya, akan makin sedikit tanah dan ternak yang digunakan. Bayangkan seandainya kita semua memilih untuk melakukannya, hidup pasti bisa lebih berkelanjutan.

BONUS: Porsi steik yang benar

Mana dari gelaja-gejala ini yang kamu alami? Perubahan apa yang kamu hadapi begitu mengubah dietmu?

Kredit foto pratinjau depositphotos.com
Bagikan Artikel Ini