Beragam Penyebab Pigmentasi Kulit dan 4 Cara Mengatasinya

Jika kamu melihat sebagian kulitmu lebih gelap dibanding warna biasanya, mungkin ada beberapa alasan. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi medis yang membutuhkan perawatan. Untungnya, kasusnya tidak selalu begitu. Pigmentasi bisa jadi sangat tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Tapi lebih baik selalu berkonsultasi kepada dokter untuk memastikan tidak terjadi masalah serius.

Sisi Terang memutuskan untuk menggali lebih dalam dan mencari tahu kenapa terkadang kita mengalami bercak hitam ini dan apa ada cara pencegahannya. Dan inilah yang kami temukan.

Ada beberapa jenis pigmentasi yang tidak berbahaya.

Melasma lebih umum terjadi di kalangan wanita dibanding pria, dan dipercaya disebabkan oleh perubahan hormonal. Perubahan ini bisa terjadi, misalnya selama kehamilan atau jika kamu minum pil KB. Dalam hal ini, pigmentasi akan hilang sendiri setelah kamu melahirkan atau berhenti minum pil. Stres juga bisa menyebabkan melasma.

Perubahan warna itu biasanya muncul di wajah, tapi bisa juga pada anggota badan lain. Melasma tidak berbahaya. Tapi kamu bisa mengunjungi dokter kulit jika merasa malu akan hal itu, dan dokter akan memberitahukan cara perawatannya.

Flek hitam biasanya muncul pada orang di atas 40 tahun. Flek hitam bisa muncul hampir di mana saja pada tubuh jika kamu terlalu lama terkena sinar matahari, tapi ini tidak berbahaya. Ini terjadi karena sinar ultraviolet dari matahari memengaruhi melatonin, pigmen yang memberikan warna kepada kulitmu, sehingga diproduksi lebih cepat. Saat kamu menua, dengan sendirinya, produksi melatonin juga mulai meningkat.

Hiperpigmentasi pascaperadangan disebabkan oleh luka atau peradangan pada kulit. Ini bisa disebabkan oleh jerawat, lecet, luka bakar, dan akan menghilang sendiri seiring waktu.

Kita bisa mencegah atau mengurangi pigmentasi.

1. Perhatikan bahan makananmu.

Apa yang kamu makan bisa memengaruhi kesehatan kulitmu. Pastikan kamu mengonsumsi makanan bernutrisi. Ini bisa mencegah hiperpigmentasi dengan meminimalisir efek stres pada sel-sel yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, infeksi, dan paparan sinar matahari.

Beberapa bahan makanan yang bisa mengurangi munculnya hiperpigmentasi adalah delima, bayam, daun kale, dan wortel. Bahan-bahan ini bisa memasok tubuh dengan berbagai vitamin, mineral, antioksidan, dan lemak baik yang dibutuhkan kulit. Minum cukup air juga penting. Dan lebih baik hindari kedelai, biji rami, dan bawang putih karena mengandung estrogen.

2. Cobalah untuk tidak menyentuh kulit.

Mungkin mengelupas bekas luka, memencet jerawat, atau menggaruk bekas gigitan nyamuk terasa menggoda. Tapi kamu harus menghindari hal-hal seperti ini, sebab hanya menambah peradangan yang menyebabkan munculnya flek hitam di wajahmu. Juga, jangan sentuh kulitmu dengan tangan yang kotor.

3. Lindungi dirimu dari matahari.

Batasi waktu kamu berada di panas matahari dan hindari sinar matahari langsung. Kamu harus memakai tabir surya jika ingin mencegah perubahan warna kulit, dan kamu juga bisa memakai topi serta pakaian yang menutup kulitmu. Untuk meminimalisir kerusakan yang disebabkan oleh sinar UV, kamu juga bisa menggunakan krim pelembap.

4. Gunakan produk-produk alami.

Membuat area kulit yang berwarna gelap menjadi lebih terang bisa dilakukan dengan produk-produk alami. Beberapa bukti mengatakan bahwa minyak ekstrak murbei, juga teh hijau, kunyit, dan ekstrak kedelai bisa membantu memperbaiki kondisi kulit dan mengurangi munculnya hiperpigmentasi.

Pernahkah kamu mengalami hiperpigmentasi? Apa penyebabnya? Apa kamu mengobatinya atau kamu tidak masalah punya bercak-bercak hitam?

Kredit foto pratinjau shutterstock.com
Bagikan Artikel Ini