Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuhmu Setelah Makan Mi Instan

Mi instan ternyata tidak seaman seperti yang kita pikirkan. Banyak masalah kesehatan yang dapat timbul, yang tidak pernah kita kaitkan dengan mi instan. Namun, makanan ini cepat dan mudah dibuat, sehingga banyak yang memilih untuk memakannya.

Kami di Sisi Terang telah melakukan penelitian yang akan menunjukkan kepadamu dampak dan bahaya yang bisa ditimbulkan dari mi instan setelah dicerna.

Asupan sodium harianmu akan cukup hanya dengan satu porsi.

Sebagian besar bahan mi instan adalah garam dan karbohidrat, yang hanya baik bagi tubuh jika dicerna dalam jumlah yang cukup. Jika dalam sekali makan jumlah natrium harian sudah tercukupi, kemungkinan konsumsi natriummu di hari itu akan berlebih.

Makanan ini juga biasanya tidak mengandung nutrisi yang baik, seperti vitamin, serat, dan mineral.

Tubuhmu akan menyimpan lebih banyak air.

Setelah memakan mi instan, tidak hanya kembung, kamu juga akan merasa malas. Ini karena air tertahan di tubuhmu setelah mengonsumsi mi instan.

Selain itu, berat badanmu juga akan bertambah untuk sementara.

Mi instan akan tetap ada di perut dalam waktu yang lama.

Mi jenis ini, karena merupakan mi olahan, bisa bertahan di dalam perut untuk waktu yang lama.

Untuk mengetahui berapa lama mi instan berdiam di dalam perut, dibandingkan dengan mi biasa, kami membaca wawancara dengan Dr. Kuo. Mi biasa yang segar sudah hampir hilang dua jam setelah dicerna, sementara mi instan baru akan mulai dicerna.

Risiko sakit meningkat.

Ada juga kemungkinan tubuh mengembangkan kondisi kesehatan baru.

Penelitian menunjukkan bahwa risiko ini lebih besar kemungkinannya terjadi pada wanita yang memakan mi instan setidaknya dua kali seminggu. Kondisi kesehatan ini bisa mencakup diabetes dan penyakit jantung.

MSG, yaitu zat aditif yang ada pada mi instan, juga dapat membuat kamu sakit kepala dan mual.

Penglihatanmu mungkin buram.

Makanan jenis ini dibuat agar tahan lama, yang artinya mengandung zat aditif beracun untuk memperpanjang masa simpannya.

Salah satu zat aditif beracun ini berbahaya bagi manusia, karena bisa memburamkan penglihatan sebagai efek samping jika dikonsumsi berlebihan.

Tambahkan sayuran dan bahan yang sehat, jangan pakai bumbunya.

Satu cara untuk menikmati mi instan dan membuatnya lebih sehat adalah dengan membuat bumbunya sendiri.

Cara ini memungkinkan kamu mengendalikan jumlah sodium dan menambahkan serat serta protein, juga agar tidak mencerna zat aditif yang tidak baik bagi kesehatanmu seperti MSG yang terkandung di kemasan bumbu.

Makanan yang lebih sehat selalu lebih baik daripada mi instan.

Memakan mi instan sesekali tidak akan membahayakan kesehatanmu. Namun, konsumsi rutin tentunya dikaitkan dengan kualitas diet yang buruk dan masalah kesehatan. Disarankan untuk membatasi konsumsinya dan tidak menjadikan mi instan sebagai pengganti makanan sehat sehari-hari.

Mi instan memang enak, cepat, dan mudah dibuat. Namun, perlu diingat bahwa makanan ini sama sekali tidak sehat.

Apa kamu suka mi instan dan sering memakannya? Ceritakan di kolom komentar!

Kredit foto pratinjau Depositphotos.com
Bagikan Artikel Ini