Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

Inilah Alasan Kenapa Kita Tersentak Bangun Saat Tidur

Hampir semua orang pernah merasakan hypnic jerk, atau sentakan saat tidur, dalam hidup mereka. Ini adalah keadaan saat kamu terbangun karena otot yang bergerak secara tiba-tiba. Kondisinya beragam, dari sentakan kecil hingga konvulsi, yang menyebabkan kamu langsung duduk tegak di atas ranjang. Meskipun setelahnya kita tertidur lagi, tentunya kita penasaran kenapa hal ini bisa terjadi.

Sisi Terang sudah mempelajari topik ini untuk kamu dan ingin berbagi ilmu kenapa kita bisa tersentak bangun secara mendadak saat terlelap.

Biasanya, otakmu lumpuh selama tidur.

Mungkin ini hal pertama yang perlu diketahui untuk memahami kenapa biasanya kita tidak bergerak selama tidur. Karena meskipun gambaran mimpi kita jelas, kita bisa bangun dengan posisi yang sama saat kita pergi tidur. Ini bisa terjadi karena ada pelepasan senyawa di dalam otak yang menonaktifkan sel penggerak otot. Jadi, meskipun otakmu bekerja secara aktif, otot di tubuhmu tetap lumpuh.

Terjadi saat fase transisi antara terjaga dan tidur.

Untuk memahami kenapa terkadang kita tidak tampak lumpuh sepenuhnya, mari kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam otak. Di sana, ada dua sistem utama yang mengendalikan pergerakan kita setiap hari. Yang pertama disebut sistem pembangkit retikular, merupakan bagian yang mengatur proses fisiologis dasar seperti bernapas. Saat sistem ini aktif sepenuhnya, kita merasa waspada dan bersemangat—yaitu saat kita terjaga. Lawan dari sistem ini adalah ventrolateral preoptic nucleus, yang mengatur tidur. Bagian ini melepaskan zat yang menonaktifkan kemampuan untuk menggerakkan otot. Saat tidur, otakmu beralih dari keadaan terjaga ke keadaan tidur. Tapi ini tidak seperti tombol “nyala-mati”. Ini lebih seperti mekanisme geser yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi terkadang otakmu memperebutkan kendali antara dunia nyata dan dunia mimpi.

Transisi ini tidak selalu berjalan lancar. Jika ada kesalahan, otakmu memperebutkan kendali antara dunia nyata dan dunia mimpi. Jadi, saat kamu bermimpi sedang menendang bola, misalnya, kamu mungkin saja menendang pasanganmu di tempat tidur. Meskipun tidak pasti terjadi, jika pergerakannya cukup intens, kamu akan terbangun.

Ini mungkin berkaitan dengan refleks primata.

Gagasan populer kenapa kita mengalami hypnic jerk atau sentakan saat tidur adalah karena pengaruh dari evolusi kita. Ini mungkin saja refleks primata kuno yang memberi peringatan pada otot yang rileks saat tidur di dahan pohon yang tinggi. Pada dasarnya, otak salah mengartikan keadaan santai sebagai tanda primata yang sedang tidur akan jatuh dari atas pohon dan menyebabkan otot bereaksi cepat sebagai sistem peringatan.

Hypnic jerk tidak lagi normal jika mulai menyebabkan kecemasan.

Hypnic jerk merupakan hal yang normal dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tapi orang bisa terpaku pada hal ini dan itu dapat memicu kecemasan. Jika terjadi lebih sering, hal ini dapat mengakibatkan gangguan—khususnya terhadap teman tidurmu. Meningkatnya kecemasan dan kurang tidur dapat mengakibatkan hypnic jerk yang lebih sering. Pada akhirnya, kamu akan terjebak dalam lingkaran ini. Jika ini terjadi kepadamu, sebaiknya konsultasikan kepada spesialis tidur untuk mencari tahu apa yang bisa kamu lakukan.

Pernah mengalami hypnic jerk? Bagaimana kamu mengatasi situasi tersebut?

Bagikan Artikel Ini