Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

Inilah yang Terjadi pada Tubuhmu jika Kamu Melewatkan Sarapan Setiap Hari

Sarapan umumnya disebut sebagai “makan terpenting dalam sehari.” Tapi lalu timbul pertanyaan apakah pernyataan ini benar atau hanya mitos. Kurang lebiih 25% orang Amerika melewatkan sarapan tiap hari dan praktik ini bahkan telah menjadi tren.

Kami di Sisi Terang memutuskan untuk mengkaji berbagai manfaat dan kerugian sarapan dan ingin membagikan apa yang telah kami pelajari kepadamu.

1. Berat badanmu bisa naik.

Meskipun gagasan bahwa melewatkan sarapan tiap hari bisa menurunkan berat badan, ini tidak sepenuhnya benar. Penelitian telah menunjukkan bahwa lapar di pagi hari bisa dikaitkan dengan obesitas, bukan hanya pada anak-anak dan populasi muda, tapi juga di kalangan orang tua.

Ini kemungkinan terjadi karena melewatkan sarapan bisa membuat orang makan berlebihan kemudian. Makan sebelum tidur bisa menyebabkan bertambahnya berat badan. Tapi suatu penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan juga bisa membuat berat badan bertambah, meskipun kamu tidak makan berlebihan selama sisa hari itu, sebab jam internal tubuh terganggu.

2. Suasana hatimu menjadi lebih buruk.

Melewatkan sarapan dikaitkan dengan gangguan suasana hati di kalangan orang dewasa. Orang yang tidak makan pagi cenderung lebih sering depresi. Juga, melewatkan makan pagi 4 atau 5 kali dalam seminggu bisa meningkatkan risiko mengidap diabetes tipe 2 sampai 55%. Melewatkan sarapan juga bisa dikaitkan dengan kadar gula darah yang rendah.

Kadar gula darah turun menyebabkan cepatnya perubahan suasana hati, seperti murung dan mudah tersinggung. Karena itu, kadar gula darah sebaiknya tidak kurang dari 70 miligram per desiliter (mg/dl).

3. Kamu merasa lelah antara pukul 12.00 sampai 14.00.

Di pagi hari, setelah jeda lama tanpa makanan, persediaan glikogen menjadi rendah dan kamu butuh lebih banyak energi untuk bekerja dengan produktif. Begitu kamu sarapan, tubuhmu mulai menguraikan asam-asam lemak guna menghasilkan energi yang dibutuhkan. Jika tidak sarapan, meski merasa fit di pagi hari, kamu mungkin merasa sangat lelah dalam beberapa jam. Kamu juga akan kesulitan untuk fokus terhadap berbagai hal sehingga merasa kelelahan di sore hari.

4. Otakmu bisa menjadi lebih tajam.

Para peneliti telah menemukan bahwa intermitten fasting mempunyai beberapa efek bermanfaat. Intermitten fasting berarti kamu melalui periode puasa tiap harinya (biasanya terdiri dari 8 jam makan dan 16 jam puasa). Jadi, jika kamu melewatkan sarapan untuk melengkapi 16 jam ini, sebenarnya ini bagus bagi otak, dan daya ingatmu bisa meningkat.

Namun, kalau bukan dalam bentuk intermitten fasting, penelitian lain telah mengungkapkan bahwa melewatkan waktu makan bisa berdampak negatif terhadap aktivitas otak.

5. Proses penuaanmu bisa diundur.

Mungkin sulit dipercaya, tapi melewatkan makan pagi bisa memperlambat penuaan. Pembatasan kalori dan intermitten fasting bisa membantu meningkatkan hormon pertumbuhan dan menurunkan kadar insulin. Namun, sebagian orang mungkin justru lebih suka melewatkan makan malam.

6. Kadar keasaman lambungmu meningkat.

Para ahli diet berkata bahwa makan pagi justru lebih penting bagi pengidap asam lambung. Dengan melewatkan sarapan, kadar keasaman lambungmu akan meningkat, dan kamu bisa mengalami sensasi panas di dada serta gangguan pencernaan.

7. Kamu mungkin merasa pusing dan sakit kepala.

Diet yang tidak benar dan melewatkan waktu makan bisa memicu sakit kepala atau migrain. Para ahli berkata, sarapan yang tidak teratur atau terlambat sekalipun bisa berdampak terhadap tubuhmu. Ini biasanya karena kadar glukosa darah turun terlalu tajam.

Sakit kepala akibat kurang makanan biasanya parah dan dapat disertai mual ringan. Ada juga beberapa gejala lain termasuk menguap, muka pucat, dan berkeringat.

8. Level kortisolmu bisa naik.

Melewatkan sarapan bisa meningkatkan kadar kortisol bebas karena tubuhmu menganggapnya sebagai kejadian yang menimbulkan stres. Hasilnya, mungkin kamu mengalami kecemasan dan mudah tersinggung. Periksakan darahmu untuk mengetahui apakah kondisi psikologismu terkait dengan kadar kortisolmu.

9. Kamu menjadi lebih berisiko menderita penyakit jantung.

Orang-orang yang secara teratur melewatkan sarapan ada kemungkinan sekitar 21% lebih besar menderita penyakit jantung. Penting juga diperhatikan apa yang kamu makan di pagi hari. Sebuah donat tidak akan cukup untuk memberi nutrisi yang diperlukan tubuhmu agar tetap berfungsi dengan baik.

10. Napasmu akan lebih berbau.

Mereka yang melewatkan sarapan kemungkinan dua kali lebih besar mengalami napas bau. Sebagian orang sangat tidak sadar akan masalah ini. Tidak makan apa pun di pagi hari memungkinkan bakteri penyebab bau menetap di dalam mulut.

11. Siklus menstruasimu bisa terganggu.

Penelitian telah menunjukkan bahwa melewatkan sarapan bisa dikaitkan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Kebiasaan ini juga meningkatkan nyeri dan keram prahaid. Jika kamu cenderung mengalami hal itu, lebih baik mulailah membiasakan makan sehat di pagi hari.

Seberapa sering kamu meninggalkan sarapan? Jam berapa biasanya kamu makan pagi?

Kredit foto pratinjau TanyaLovus / Shutterstock.com
Bagikan Artikel Ini