12 Hal yang Dianggap Keren di Tahun 2000-an, tapi Sekarang Cuma Bikin Kita Tersenyum

Mungkin rasanya sulit dipercaya, tapi tahun 2000-an itu 21 tahun yang lalu. Benar-benar tahun yang luar biasa ketika orang lebih memilih menghabiskan malam di warnet, membeli DVD, dan punya aturan gaya sendiri. Sayangnya, ada hal-hal yang kita anggap keren dulu, yang sekarang malah bikin kita senyum-senyum sendiri.

Kami di Sisi Terang merasakan nostalgia yang hangat mengenai tahun 2000-an dan memutuskan untuk berbagi dengan pembaca kami mengenai hal yang luar biasa keren saat itu.

Stretch ceiling dan plafon berlapis

Memasang stretch ceiling (plafon membran) atau plafon berlapis yang terbuat dari eternit di apartemen dianggap sebagai lambang kemakmuran di tahun 2000-an. Dan strip light (lampu kelap-kelip) di sekeliling ruangan adalah satu keharusan. Plafon kala itu memiliki warna yang berbeda-beda, dari putih teduh sampai biru terang atau merah.

Berlian imitasi di rambut

Idenya adalah merekatkan berlian imitasi atau manik-manik kecil pada helaian rambut palsu, yang kemudian ditempel di bagian akar rambut. Kalau kamu tak punya uang cukup untuk pergi ke salon, kamu cukup membeli jepitan rambut di toko. Namun ada juga pencinta fashion yang merekatkan berlian imitasi tersebut langsung ke rambut mereka dengan bantuan lem khusus.

Sekarang, aksesori rambut kembali menjadi tren. Namun kali ini berupa cincin tipis yang menghiasi untaian rambut, juga berbagai gaya rambut lainnya.

Panel belakang ponsel yang bisa diganti

Kalau kamu bisa mengganti panel depan dan belakang ponselmu dalam beberapa detik, kamu dianggap orang paling keren sedunia. Di masa itu, pabrik ponsel memproduksi beberapa model panel belakang ponsel dan menyertakannya dalam penjualan ponsel. Dan tentunya, lebih banyak model yang dapat dibeli di pasaran. Meski tidak semua yang dijual bebas memiliki kualitas terbaik, tapi berbagai warna dan polanya benar-benar luar biasa.

Warna lipstik yang sama dengan warna kulitmu

Pada tahun 2000-an, para penggemar fashion memilih lipstik yang sewarna dengan kulit mereka, atau sedikit lebih pucat. Pelembap bibir berwarna nude, light beige, dan putih sangat populer. Dan, kalau kamu tidak punya cukup uang untuk membeli produk kecantikan, kamu cukup mengoleskan foundation ke bibirmu supaya terlihat menawan.

Chat SMS di TV

Iklan SMS dari penonton seperti, “Dijual: sebuah mobil” yang dulu disiarkan di bawah layar TV, digantikan oleh chat SMS saat anak-anak muda saling berkirim pesan atau meminta agar video musik kesayangan mereka ditayangkan. Saluran TV setempat menyadari kalau tren ini merupakan ladang emas dan meluncurkan chat mereka sendiri. Isinya: cowok-cowok yang bosan saat menunggu pacarnya dandan, orang-orang yang mengirimkan ucapan selamat ulang tahun, dan jiwa-jiwa yang kesepian mencari belahan jiwa mereka.

8 Film dalam 1 keping DVD

Kamu bisa beli DVD dengan beberapa film yang terekam dalam satu piringan. DVD macam ini mungkin berisikan film klasik sekaligus film baru yang masih tayang di bioskop. Tentu saja, ini DVD bajakan yang terkadang punya kualitas gambar yang rendah atau sulih suara yang dilakukan oleh satu orang. Tapi siapa juga yang peduli, terutama kalau kamu bisa beli 8 film seharga satu tiket film di bioskop!

Kaus kaki setinggi lutut motif garis-garis

Kaus kaki setinggi lutut motif garis-garis dan rok berlipat, inilah gaya paling trendi dari tahun 2000-an. Tren ini dipopulerkan oleh Avril Lavigne. Segera saja, para gadis muda mulai memakai kaus kaki ini bukan saja di kaki, tapi juga di tangan mereka.

Ikan bernyanyi di dinding

Pada pertengahan tahun 2000-an, ikan robot yang bisa bernyanyi ini laku keras, lho. Benda yang sama juga terpampang di kantor George Bush, bahkan muncul dalam serial TV terkenal, The Sopranos. Benda ini diciptakan oleh mantan akuntan, Joe Pellettieri. Dia berhasil menjual benda ini lebih dari satu juta buah hanya di tahun 2000 saja. Oh ya, kamu masih bisa membeli ikan ini sekarang.

iPod

Pada tahun 2001, Apple meluncurkan alat pemutar musik pertamanya dengan memori 5GB yang juga bisa memutar video. Setiap anak sekolahan kala itu bermimpi punya alat ini atau sesuatu yang mirip. Dan di tahun 2019, Apple merilis iPod generasi ke-7.

Kantong ponsel ikat pinggang

Kantong ini sangat populer di antara para pria yang berusia di atas 35 tahun. Benda ini seharusnya ditempelkan ke sabuk atau di tali penahan sabuk di celana. Manfaat dari kantong ini adalah si pemakai bisa menjaga ponsel mereka agar tidak tercampur dengan kunci dan uang koin, serta selalu berada dalam jangkauan. Kekurangannya adalah adanya cerita seram tentang cara jaringan seluler bisa merusak kesehatan kaum Adam.

Warnet

Kalau kamu tidak beruntung untuk memiliki komputer di rumah, kamu bisa pergi ke warnet. Tempat ini memiliki beberapa komputer yang berjejer dan tersambung ke jaringan lokal. Kadang ada saja anak sekolahan yang bolos, menghabiskan uang jajan mereka, dan bilang kepada orang tua mereka kalau mereka pergi ke rumah teman supaya bisa pergi ke warnet.

Rambut pirang pucat

Rambut lurus dan pirang yang lebih pucat dari kertas fotokopi sangat trendi kala itu. Para wanita di negara barat senang mengoleskan lipstik berwarna pucat dan berlomba-lomba menggelapkan kulit memakai produk fake tanning (produk menggelapkan kulit bukan permanen). Rambut pirang, apalagi kalau dicat sendiri di rumah, bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Tapi kala itu, siapa yang peduli?

Bagaimana gayamu di tahun 2000-an?

Bagikan Artikel Ini