Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

14 Trik Pintar yang Digunakan Toko Swalayan agar Kita Berbelanja Lebih Banyak

Pergi ke swalayan bisa merepotkan juga. Oleh karena itu, kebanyakan orang merencanakan “perjalanan” mereka sebelumnya dan bahkan pergi berbelanja pada jam tertentu guna menghindari antrean panjang. Semua pasti ingin kunjungan yang cepat dan efisien. Tapi, ada hal misterius di tempat ini yang membuat kita selalu menghabiskan waktu lebih banyak di sana daripada yang sudah direncanakan. Kalau kamu merasa pernah mengalaminya, jangan khawatir. Kita semua pernah menjadi korbannya, dan tidak ada kata terlambat untuk mengenali trik di balik misteri ini supaya kamu bisa mencegahnya terjadi lagi di kemudian hari.

Itulah kenapa Sisi Terang hadir kali ini dengan sejumlah trik yang dipakai oleh swalayan agar kita membeli lebih banyak. Perhatikan dan cari tahu apa kamu bisa mengenalinya.

  • Swalayan meletakkan banyak keranjang belanja besar di pintu masuk. Tidak seperti perkiraanmu, hal ini tidak benar-benar dilakukan demi kenyamanan pengunjung, tapi agar kamu memenuhi keranjang ini dengan berbagai macam produk. Tidak heran kalau akhirnya kamu membeli banyak barang yang tidak perlu. Menurut Martin Lindstrøm, seorang konsultan pemasaran dan penulis buku, Brandwashed: Tricks Companies Use to Manipulate Our Minds and Persuade Us to Buy, dalam sebuah eksperimen para ilmuwan menyediakan keranjang belanja dengan ukuran dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya, dan yang terjadi adalah perubahan kecil ini menghasilkan pembelian barang 40% lebih banyak.
  • Swalayan memanfaatkan perayaan tertentu, seperti Natal, Tahun Baru, Paskah, atau Lebaran. Itu artinya bahwa selama periode ini, kamu akan melihat produk-produk tertentu (terutama kue-kue) yang didedikasikan khusus untuk perayaan ini. Terkadang, entah bagaimana, akhirnya kita membelinya. Walau kita tidak secara langsung memikirkannya, swalayan sudah menciptakan kebutuhan akan hal ini.
  • Trik lain yang digunakan swalayan adalah meletakkan buah, sayuran, dan roti di lorong pertama. Alasannya? Menurut artikel, “Grocery Shopping for Your Health” dari Butler University, lorong ini dikenal sebagai “zona dekompresi,” sebuah tempat yang memadukan aroma dan warna yang membuat kita merasa senang dan sehat, sehingga membeli barang-barang lain secara impulsif. “Bukan rahasia lagi bahwa banyak orang ingin membeli makanan sehat di swalayan, tetapi suasana toko yang berlebihan cenderung menyulitkan tercapainya tujuan ini,” seperti yang disoroti sang penulis dalam publikasinya.
  • Satu hal yang membuatmu lebih rentan terhadap trik-trik di atas adalah berbelanja bahan makanan saat kamu lapar. Hal ini diutarakan pula dalam artikelGrocery Shopping for Your Health” dari Butler University, bahwa “Pergi berbelanja saat lapar bisa berakhir bencana, yang makin menggodamu untuk membeli makanan manis dan makanan cepat saji yang menggiurkan. Saat lapar, seseorang cenderung hilang kendali, terutama kalau dikelilingi makanan.” Ditambah lagi, suatu penelitian dari tahun 2015 menyimpulkan bahwa secara umum, rasa lapar bisa membuatmu membeli secara berlebihan.
  • Sampel makanan gratis adalah satu cara lain untuk mendorong kita membeli lebih banyak. Apa kamu pernah berada di lorong swalayan dan ditawari untuk mencoba seiris roti harum yang sedang mereka jual? Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Supermarket News di tahun 2004, 64% konsumen di sebuah swalayan di Indianapolis, AS, mengatakan bahwa sampel produk mendorong mereka untuk membeli. Tentu, ini menguntungkan toko, karena berhasil meningkatkan penjualan produk tertentu yang sedang mereka promosikan antara 600% sampai 2.000%. Ternyata, teknik ini masih relevan sampai hari ini.

Ada juga teknik penjualan yang sudah sangat dikenal, yaitu menempatkan produk dalam jangkauan penglihatan agar kamu membeli lebih banyak. Ini membuatmu ingin membelinya, berapa pun nilai sebenarnya dari produk tersebut. Misalnya, sereal manis. Kemasan produk ini sering bergambar karakter animasi. Saat anak-anak melihatnya, mereka langsung ingin membeli. Produk ini juga diletakkan pada ketinggian ideal agar anak-anak mudah meraihnya. Itulah sebabnya, negara-negara seperti Chili and Meksiko melarang keberadaan karakter fiksi pada kotak sereal. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi tingkat obesitas di kedua negara ini.

Cara lain yang sering menjebak kita adalah trik “3×2” atau tawaran klasik “beli satu dapat satu gratis.” Hal ini mungkin tidak sehebat kelihatannya. Misalnya dalam promosi “3×2” (atau bayar dua untuk tiga buah barang), memang benar kamu dapat diskon 33% untuk setiap produknya. Tapi, kamu tidak bisa hanya memandangnya dari sudut ini, sebab untuk mendapat diskon tersebut, kamu harus membeli tiga buah produk. Jumlah ini mungkin lebih dari yang kamu butuhkan. Jadi, kalau kamu butuh barang dalam jumlah besar, atau membeli produk yang tidak mudah rusak (seperti minyak zaitun atau pasta gigi, dsb), maka ini adalah penawaran yang luar biasa, asal toko tidak menaikkan harga dasar sebelumnya. Kalau tidak, sebaiknya kamu berpikir dua kali sebelum membeli barang dalam jumlah besar.

Swalayan juga memakai teknik yang disebut “harga psikologis,” yang pada dasarnya adalah cara menentukan harga produk dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap konsumen. Ada berbagai strategi dari teknik ini, yang paling umum digunakan adalah, memberikan harga tanggung. Misalnya, sebuah produk yang harga sebenarnya adalah Rp100 ribu diiklankan sebagai produk “diskon” dan dijual Rp99 ribu. Ini karena konsumen cenderung memandang bahwa harga yang turun sedikit benar-benar berharga lebih rendah dari harga sebenarnya.

Musik yang diputar di swalayan juga berdampak penting terhadap kebiasaan belanja bahan makanan kita. Kalau musiknya bertempo lambat, tenang, atau klasik, kita akan menghabiskan lebih banyak waktu di swalayan.

Mungkin kamu pernah merasakan saat akan membayar ketika belanja online, sebagian toko tiba-tiba memberi tahu bahwa kurang beberapa ribu rupiah lagi kamu akan memperoleh gratis ongkos kirim. Ini juga trik yang, meskipun sepertinya tidak merugikan, akhirnya bisa berdampak besar terhadap pengeluaran bulananmu. Solusinya adalah memesan bersama orang lain agar mencapai nilai pesanan minimum atau gratis ongkos kirim.

  • Terkadang, saat berkunjung ke swalayan, kamu akan melihat produk sehari-hari, seperti telur, tidak berada di tempatnya seperti biasa. Tiba-tiba, kamu terpaksa berjalan melalui semua lorong, sampai akhirnya menemukan barang yang kamu cari. Tidak berhenti sampai di situ, sering kali toko mengubah seluruh tata letaknya. Rasanya hampir seperti dalam video game dan kamu seperti sedang naik ke level berikutnya. Kunjungan berikutnya, kamu pun harus menjelajahi seluruh isi toko lagi. Ini dilakukan supaya orang “tersesat”, yang seringnya akan membuat mereka membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
  • Pencahayaan juga penting dan memengaruhi pembelian. Pencahayaan memberikan efek tertentu pada beberapa produk. Oleh karena itu, swalayan memakai pencahayaan khusus agar produk tertentu tampak lebih segar. Misal, buah dan sayuran akan selalu tampak seperti baru dipetik dari ladang dan dibawa langsung ke toko. “Cahaya harus mengarahkan pembeli berkeliling toko, karena area penjualan yang diatur dengan sempurna bisa meningkatkan kesenangan membeli dan keberhasilan penjualan,” kata André Schweinsberg, seorang Manajer Aplikasi Vertikal Toko Uni Eropa di LEDVANCE.
  • “Warna menekankan kualitas produk dan membuatnya sangat menarik bagi pelanggan,” tambahnya. Memang, psikologi warna juga erat kaitannya dengan hal ini. Di banyak swalayan, tiap bagian punya warna berbeda tergantung pada jenis produk yang dijual. Bagian daging misalnya, harus didominasi warna merah sebab hal itu membuat daging tampak lebih menggugah selera.
  • Satu strategi umum lain yang digunakan toko swalayan adalah yang dinamakan “penempatan titik pembelian.” Pada dasarnya, ini adalah peletakan berbagai produk di dekat kasir untuk memacu pembelian impulsif konsumen. Pada dasarnya, produk apa saja bisa diletakkan di sana. Ini juga cara untuk membuat orang mencoba produk baru.

Kamu pernah menjadi korban trik swalayan yang mana? Trik-trik apa lagi yang menurutmu dipakai oleh berbagai toko agar kita mengeluarkan uang lebih banyak?

Bagikan Artikel Ini