8 Cara Menghadapi Orang yang Mencoba Merendahkan Kamu

Beberapa orang, sadar atau tidak, sering melakukan perbuatan yang bisa menyakiti hati orang lain. Hal ini bisa berupa tindakan yang merendahkan dan kritik yang terus diucapkan hingga komentar ironis, ejekan, dan penolakan. Itu adalah bentuk perilaku yang tidak selalu memiliki dampak positif dalam kehidupan kita. Namun, meskipun kita tidak bisa mencegah orang lain agar tidak berperilaku seperti ini, cara kita bereaksi ketika hal ini terjadi bisa membuat perubahan.

Sisi Terang ingin membagikan beberapa tips kepadamu tentang cara menghadapi sikap seperti ini tanpa menciptakan konflik.

1. Jangan sampai marah.

Bagi beberapa orang, mungkin reaksi pertama setelah menerima sikap merendahkan adalah dengan marah, namun hal itu justru menunjukkan siapa diri kita. Ini juga merupakan reaksi paling umum karena kita merasa hal itu merupakan sikap yang mengancam. Namun, sesuai dugaanmu, marah adalah sikap yang tidak boleh kita lakukan. Pertama, amarah membuat kita berada dalam keadaan rentan. Itu karena kita menunjukkan bahwa orang tersebut berhasil merendahkan kita. Kedua, amarah juga memicu konflik lain. Ketika bertindak karena amarah, kita tidak berpikir jernih, dan kita bisa menjadi sama dengan apa yang membuat kita merasa buruk sejak awal.

2. Jaga jarak dari situasi tersebut.

Terkadang, orang-orang tidak menyadari perilaku mereka sendiri, sehingga mereka tanpa sengaja memberi komentar negatif yang bisa mengubah sikap positif orang lain. Malah, mereka mungkin menanamkan ketakutan dan prasangka mereka kepada kita. Meski tidak disarankan untuk membiarkan hal itu terjadi begitu saja, melakukan sesuatu mungkin tidak semudah mengucapkannya. Itu karena mungkin cara mengatasinya adalah dengan menerima bahwa apa yang dikatakan orang tersebut merefleksikan situasi yang mereka hadapi, dan bukan seluruhnya tentang kamu. Dengan begitu, kamu akan punya empati yang lebih besar untuk orang lain dan tidak membiarkan komentar mereka menyakitimu.

3. Luangkan waktu untuk merespons.

Ketika ingin bereaksi, waktu sangatlah penting. Saat kamu merasa komentar atau tindakan yang dilakukan orang lain menyinggung perasaan kamu, sebaiknya tarik napas dan luangkan waktu sejenak sebelum bereaksi. Melakukan hal ini akan membuka sudut pandang lain tentang hal yang baru saja terjadi dan bisa membantumu mengambil keputusan yang lebih baik. Alih-alih membalas dengan hati panas, kamu bisa mengambil sikap yang lebih baik dan merespons komentar negatif tersebut.

4. Terima atau tolak ejekan, tetapi dengan cara yang positif.

Beberapa orang cenderung suka mencela, menggunakan sebutan yang menyakitkan, atau menyinggung bagian fisik atau karakter orang lain demi memicu reaksi atau ketidaknyamanan. Namun, kitalah yang memutuskan cara mengatasi komentar dan meresponsnya. Untuk menghindari konflik dan menetralkan sikap agresif yang seperti ini, kamu bisa menggunakan dua opsi berikut:

  • Menerima komentar: Membiarkan orang yang mengatakannya tahu, dengan sikap tenang, bahwa yang dikatakannya benar dan kamu tidak tersinggung.
  • Menolak komentar: Masih dengan pendekatan yang positif dan baik, namun tegas, membiarkan orang tersebut tahu bahwa yang mereka katakan salah, tapi ucapannya tidak mengganggu kamu.

5. Minta penjelasan.

Ada kalanya kata yang menyinggung kurang jelas dan kurang bisa dideteksi, dan bahkan mungkin saja berupa pujian. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menghentikannya. Yang perlu kamu lakukan hanyalah meminta penjelasan kenapa orang itu mengatakan hal tersebut atau apa maksudnya. Mungkin saja mereka tidak bermaksud mengejek, dan kamu hanya salah paham. Namun, jika benar ejekan, minimal kamu bisa membuka percakapan dengan nada yang bersahabat, bukan yang menunjukkan kebencian.

6. Abaikan orang yang menghina kamu.

Berikut tips berguna yang perlu diingat ketika seseorang melewati batas dan kamu merasa diejek: abaikan saja mereka. Dengan begitu, orang tersebut mungkin akan tahu bahwa kamu tidak akan menghabiskan waktu untuk komentar menyinggung atau negatifnya. Ini juga merupakan cara agar mereka tahu ucapannya tidak memengaruhimu. Kamu bahkan bisa melanjutkan percakapan dengan mengabaikan detail yang menurutmu tidak pantas. Sehingga, dengan melakukannya, kamu bisa menetapkan batasanmu tanpa harus mengucapkan apa pun.

7. Manfaatkan selera humormu.

Melawan amarah dengan suka cita dan humor bisa saja menjadi alternatif yang bagus di tempat dan waktu yang tepat. Ubah komentar merendahkan menjadi situasi lucu dengan merespons menggunakan lelucon ke orang tersebut. Ini adalah cara yang bagus untuk menjelaskan bahwa kamu tidak akan mengikuti permainan kecil mereka. Hal ini juga bisa mencairkan suasana. Namun, perlu diingat bahwa hal ini bisa menjadi bumerang jika orang tersebut salah mengartikan ucapanmu.

8. Jaga jarak dengan orang yang toxic.

Terkadang, kamu akan bertemu dengan orang-orang yang suka mencari konflik. Jangan menilai mereka terlalu buruk. Lagi pula, pada waktu tertentu, mungkin saja kitalah yang tidak bisa mengendalikan perasaan kita dan malah membesar-besarkan hal sepele. Apa pun itu, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menjaga jarak diri kita dari orang seperti ini dengan cara yang baik. Kita bisa menghindari konflik dengan mereka untuk sementara waktu, atau jika harus menemui mereka, maka lakukan hanya pada situasi tertentu yang tidak menyebabkan pertentangan besar. Tindakan pencegahan ini bisa membantu kita menjaga kesehatan mental dan ketenangan hidup kita.

Apa strategimu ketika bertemu orang yang memiliki perilaku seperti ini? Cara apa yang kamu gunakan agar tidak terjadi konflik?

Bagikan Artikel Ini