Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

Apa yang Harus Kamu Lakukan Saat Seseorang Membuntutimu di Jalan

Biasanya, punya pengikut itu bagus, tapi itu hanya berlaku di media sosial. Data statistik mengungkapkan bahwa 16% wanita pernah dibuntuti. Dan jika kamu merasa sepertinya seseorang sedang membuntutimu, sebaiknya kamu mengetahui cara menghadapi situasinya dengan aman.

Sisi Terang mendukung keselamatan, maka kami mengumpulkan beberapa tips berguna untuk membantumu menghindari konsekuensi buruk jika sedang diikuti atau diawasi. Di akhir artikel, kamu juga bisa mencari tahu apakah seseorang sedang membuntutimu.

1. Waspadalah dengan lingkunganmu.

Perhatikan setiap detail yang ada di sekelilingmu, termasuk nama jalan, nomor rumah, bangunan, toko, dan kafe. Mengetahui lokasi persismu akan membantu mendapatkan bantuan yang diperlukan. Hindari jalan sempit dengan penerangan redup, seperti lorong atau koridor, di mana hanya ada 2 jalan, yaitu jalan masuk dan keluar.

2. Carilah bantuan.

Ayah

Gunakan ponselmu untuk menghubungi teman atau anggota keluarga yang mungkin posisinya dekat. Beri tahukan lokasimu kepadanya dan mintalah dijemput. Lebih baik pertemuan diatur di tempat umum, seperti di kedai kopi atau toko. Jika kamu tidak membawa ponsel atau ponselmu mati, masuklah ke gedung apa pun, katakan kepada petugas di sana bahwa kamu sedang diikuti, dan pinjam ponselnya untuk menghubungi keluargamu.

3. Pergilah ke tempat ramai.

Meloloskan diri dari penguntit lebih mudah dilakukan di keramaian dan kemungkinan dia akan menjadi enggan beraksi di depan orang banyak. Jika sebelumnya kamu menjauh dari jalan raya yang ramai, berpura-puralah seperti baru melupakan sesuatu: periksa saku-saku, menghela napas keras, katakan kamu lupa membawa dompet, dan bergantilah arah.

4. Jangan langsung pulang ke rumah.

Mungkin kamu akan disudutkan ketika mencoba masuk rumah. Juga, penguntit menjadi tahu di mana kamu tinggal dan bisa menunggumu keluar rumah atau saat pulang kelak. Belum aman untuk pulang sampai kamu 100% yakin sudah tidak diikuti lagi.

5. Sering-seringlah berhenti di tempat tak terduga.

Menyeberanglah jalan untuk membeli kopi. Kunjungi teman di tempat kerja. Pergilah berbelanja di mall. Jadikan rutemu serumit mungkin. Ini akan semakin mempersulit penguntit untuk melacakmu, dan sekaligus cukup membuatnya bosan sehingga mungkin menghentikan pengejarannya.

6. Gunakan peluang apa pun untuk mempelajari penampilan penguntitmu.

Cobalah pelajari orang yang mengikutimu sambil berusaha untuk tetap tidak ketahuan. Jangan langsung menegok ke belakang. Perhatikan melalui spion atau cermin, sering-seringlah membelok, dan melihat sekeliling saat menyeberang jalan. Jika kamu memutuskan untuk melaporkan insiden itu, mengetahui penampilan penguntitmu akan sangat membantu.

7. Ubah penampilanmu.

Jika kamu memakai beberapa lapis pakaian, lepaskan lapisan terluar. Tanpa jaket, hoodie, atau mantel, penguntit akan lebih sulit mengenalimu di keramaian. Menambahkan atau melepas syal atau kacamata hitam juga akan bermanfaat. Sebagai tambahan, selipkan tudung hoodie-mu ke dalam dan geraikan rambut untuk mempersulit pelaku menjambakmu.

8. Berbicaralah kepada seseorang.

Cobalah untuk terlibat dalam percakapan dengan seseorang di jalan. Berpura-puralah orang itu temanmu, untuk memberi kesan kepada pengejar bahwa kamu tidak sendiri. Kamu juga bisa berbicara kepada anggota staf gedung apa pun yang kamu masuki. Beri tahu dia bahwa kamu sedang diikuti dan tanyakan apa kalian bisa berjalan bersama di depan umum sampai kamu memperoleh cara aman untuk pulang.

9. Berbaliklah dan lihat pengejar.

Lakukan ini hanya jika semua metode untuk menghindari konfrontasi langsung telah gagal. Kontak mata langsung akan membantumu lebih mengingat pengejar guna menjelaskannya kemudian. Berusahalah sebaik-baiknya mengirimkan kesan percaya diri. Dengan begitu, kamu memberi tahu penguntitmu bahwa kamu sangat sadar dia sedang mengikutimu dan bahwa kamu tidak takut. Tapi jangan terlalu lama memandangnya, upayamu kemungkinan besar akan gagal dan hanya akan membuat marah si penguntit.

10. Buatlah kegaduhan.

Jika kamu merasa situasi memburuk, berteriaklah. Kamu dapat meneriakkan “Kebakaran!”, alih-alih “Tolong!” karena orang lebih sering bereaksi terhadap kata ini. Bersamaan dengan itu, suara keras dapat menarik perhatian pada situasi ini dan membuat takut pelaku. Tapi waspadalah, dalam sebagian kasus, kamu justru bisa memprovokasi tindak kekerasan dari penguntit.

11. Simpan kunci di tempat yang mudah dijangkau.

Jika kamu punya mobil, makin cepat kamu mengakses kuncimu, lebih baik. Ini peluangmu menuju keselamatan, dan kamu tidak ingin membuang waktu untuk mencarinya dalam tas. Tapi, dalam skenario kasus yang paling buruk, kunci adalah senjatamu. Peganglah kunci dengan geriginya menghadap keluar di antara jari-jarimu. Kini, kamu bukan hanya punya kepalan tangan, tapi juga sesuatu yang runcing di dalamnya untuk mempertahankan diri.

Bonus: Cara mengetahui bahwa kamu sedang dibuntuti.

Hal paling penting adalah mengetahui apakah kamu memang benar-benar diikuti atau hanya sekadar paranoid.

  • Ubah kecepatan langkahmu. Jika terduga penguntitmu mencoba menyesuaikan dengan kecepatan jalanmu, kecurigaanmu mungkin benar.
  • Ambil beberapa belokan yang tidak masuk akal (misal mengitari bangunan yang sama dan menyeberang jalan) dan lihatlah apakah dia masih mengikutimu.
  • Akali dia untuk berjalan mengikutimu di dalam toko, lalu keluarlah. Jika dia juga ikut keluar, segeralah masuk toko kembali. Dia tidak akan punya alasan untuk masuk kembali jika tidak sedang membuntutimu.

Apa kamu pernah dibuntuti? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya? Situasi apa yang bisa membantumu?

Bagikan Artikel Ini