Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

12 Kesalahan Memasak Umum yang Bisa Menggagalkan Resep Terbaikmu

----
803

Kamu memutuskan untuk memasak hidangan super lezat. Kamu mengikuti arahannya dengan teliti, menjaga semua takaran sesuai resepnya... tapi hasilnya jauh sekali dari harapanmu. Sering mengalaminya? Kami yakin, kita semua pasti pernah mengalami situasi seperti ini. Jadi, di mana salah kita?

Sekarang, Sisi Terang mau membahas beberapa kesalahan memasak umum yang bisa merusak rasa hidangan favoritmu.

Wajannya terlalu penuh

Ingat: kalau ingin kerak dagingmu renyah dan super enak, kamu harus memberinya ruang sampai warnanya kecokelatan. Sebab, jika terlalu penuh, dagingmu malah akan terebus, bukan terpanggang.

Memasak daging menggunakan wajan anti-lengket

Alasan lain kamu gagal mendapatkan kerak daging yang renyah adalah kamu memakai wajan anti-lengket. Batas panas alat masak yang satu ini biasanya lebih rendah dibanding wajan biasa, jadi, wajan ini lebih baik digunakan untuk membuat omelet dan panekuk. Untuk daging, coba gunakan wajan panggangan atau wajan besi cor.

Tidak menggarami air rebusan pasta

Aturan dasar untuk memasak pasta yang sempurna adalah menggarami air rebusannya. Kalau kurang garam, pastamu akan hambar dan takkan tertolong oleh saus seperti apa pun. Kalau kamu kurang yakin dengan takarannya, kami punya satu tips untukmu: gunakan satu sendok makan garam untuk setiap 300 gram pasta.

Menggoreng memakai minyak zaitun

Pada suhu tinggi, minyak zaitun kehilangan semua nilai gizinya dan mulai gosong, yang ujung-ujungnya akan merusak total rasa makananmu. Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah minyak zaitun untuk salad dan minyak bunga matahari untuk menggoreng.

Mengukur takaran bahan kering menggunakan gelas

Banyak dari kita mengukur takaran bahan adonan menggunakan gelas atau cangkir tanpa menyadari kalau bahan-bahannya beragam, ada yang kering, ada pula yang cair, dan keduanya punya volume yang berbeda. Ingat: dalam memanggang kue, kita harus mengikuti takaran yang ada di resep. Oleh karena itu, kalau kamu tidak hafal tabel perbandingan berat dan takaran, gunakanlah gelas ukur khusus dan timbangan dapur.

Kurang lama memanaskan wajan sebelum memasak

Para koki papan atas berkata, “Kalau kamu merasa wajanmu sudah lumayan panas, tunggu dua menit lagi dan barulah masak setelahnya.” Kamu butuh wajan yang cukup panas untuk mematangkan sayuran dan membuat kerak daging yang renyah.

Terlalu lama menggoreng bawang putih

Banyak resep menyarankan kita untuk menambahkan bawang putih di akhir proses memasak atau bahkan dikeluarkan seluruhnya dari hidangan setelah 2-3 menit dimasak. Kandungan air bawang putih jauh lebih sedikit dibanding sayuran lainnya dan sangat mudah gosong. Jika terlalu matang, bawang putih bisa memberikan rasa yang kurang sedap ke hidanganmu.

Menaruh daging beku ke wajan

Sebelum memasak daging, pastikan kamu mendiamkannya dulu di suhu ruangan selama beberapa jam. Daging yang sudah diistirahatkan di suhu ruangan akan menyebarkan panas lebih merata, sementara daging beku, sebaliknya, mungkin tingkat kematangannya terlihat well-done, tapi di dalamnya masih mentah. Aturan yang sama berlaku untuk memanggang daging di oven.

Memakan daging segera setelah dimasak

Meski perutmu sudah keroncongan dan air liur sudah menetes untuk mencicipi hidangan buatanmu, sebaiknya jauhkan tanganmu selama beberapa menit dari daging yang baru dimasak. Cobalah untuk tidak melahapnya begitu dagingnya matang. Bersabarlah sejenak, dan rasa hidanganmu akan membuatmu makin ketagihan.

Menyimpan semua bahan di kulkas

Menyimpan semua bahan makananmu di kulkas bukanlah ide yang bagus. Tomat, bawang bombai, bawang putih, kentang, zukini, terung, dan berbagai buah tropis, seperti kiwi dan mangga, rasanya akan lebih enak kalau disimpan di tempat hangat. Saat disimpan di kulkas, kesegaran bahan-bahan makanan ini menghilang dan lebih cepat busuk.

Terlalu sering membalik makanan

Kamu tidak perlu sering-sering membalik daging saat memasak. Kalau terlalu sering, dagingmu malah akan kering atau ikanmu malah terlihat kurang sedap karena tak ada lapisan karamelisasi. Biarkan calon mahakaryamu diam di panci dan jangan terlalu sering mengganggunya — ini adalah salah satu aturan emas koki mana pun.

Telur terlalu lama direbus

Kamu pernah menemukan isi telur berwarna abu-abu yang rasanya seperti karet, alih-alih kuning-putih? Sebenarnya, itu tidak ada hubungannya dengan kualitas telur. Kemungkinan besar, kamu terlalu lama merebusnya. Agar warna dan teksturnya tepat, matikan api kompor segera setelah air mulai mendidih dan biarkan telurmu terendam di air panas dengan panci tertutup selama kurang lebih 10 menit. Dengan begini, warna dan tekstur putih serta kuning telurmu akan sempurna.

----
803
Bagikan Artikel Ini