Sisi Terang
Sisi Terang

12 Produk Ini Tidak Perlu Dibeli, meski Sedang Diskon Besar-besaran

Setiap kali mampir ke toko dan melihat beberapa produk sedang diskon, kita pasti langsung ingin membelinya. Namun, sebaiknya kita tidak membeli sejumlah produk ini meski sedang diskon besar-besaran, karena belum tentu baik untuk kita, dan menyadari uang yang kita hemat sebenarnya tidak signifikan jumlahnya.

Kami di Sisi Terang juga manusia, dan kami tahu betapa menariknya produk-produk diskon. Namun, pada saat yang sama, kami ingin mencari tahu esensi dari beberapa produk ini, dan menimbang apakah diskon yang ditawarkan membuatnya sepadan untuk kita beli. Nah, inilah yang kami dapatkan.

Keju olahan

Awalnya, semuanya terdengar baik-baik saja, yaitu keju olahan terbuat dari keju alami. Namun, semakin kami mencari tahu detailnya, semakin buruk yang kami dapati. Mereka menambahkan lemak jenuh (untuk meningkatkan kandungan kolesterol), banyak garam (untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan rasanya, yang juga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit), serta pewarna makanan buatan (ini sangat kontroversial di antara para ilmuwan di seluruh dunia selama bertahun-tahun, karena keamanannya yang masih diragukan) ke keju alami.

Target utama produsen keju olahan adalah untuk meningkatkan umur simpan produk dan menjualnya sebanyak mungkin. Tidak jarang, harga produk ini sama dengan harga keju alami berkualitas.

Roti gandum utuh

Lebih sedikit tepung dan lebih banyak biji-bijian—itulah yang ada di benak kita saat membeli roti gandum yang lebih sehat dengan biji gandum yang terlihat cantik. Namun, kenyataannya, roti gandum utuh biasanya cuma roti biasa yang disamarkan sebagai produk “sehat”. Biasanya, roti seperti ini terbuat dari tepung gandum putih yang dicampur dengan tepung gandum hitam, serta tambahan biji rami dan kulit ari gandum.

Pure buah dalam kemasan untuk anak-anak

Pure buah dalam kemasan memang sangat praktis. Selain itu, kemasan seperti ini membuat pembeli berpikir komposisinya tidak berbahaya. Bukan cuma dapat dikonsumsi oleh anak-anak, ini juga bisa dikonsumsi orang dewasa sebagai camilan sebelum makan siang.

Namun, perhatikan bahwa bahan utama pure ini adalah apel. Apel adalah buah yang relatif murah dan mudah ditemukan, dengan harga per kilogramnya ada yang sekitar Rp30.000. Sementara itu, satu kemasan pure bisa membuatmu mengeluarkan jumlah uang yang hampir sama. Menurutmu berapa banyak apel yang dipakai untuk memproduksi 1 kemasan pure seberat 85 gram?

Puding dan yoghurt berperisa

Rak berisi yoghurt dan puding menempati banyak ruang di supermarket. Variasinya pun beragam, ada pisang, stroberi, vanilla, mangga, dan banyak rasa lain. Kita pun suka membeli produk seperti ini karena “sangat sehat”. Namun, sayangnya, manfaat terbaik hanya bisa didapatkan dari yoghurt alami, tanpa bahan aditif. Sementara itu, “teman-temannya” yang berperisa mengandung banyak gula, pengental, dan pengawet. Bukan cuma itu, kalau membandingkan harga yoghurt Yunani bebas gula dan yoghurt biasa dengan perisa buah, kamu akan mendapati bahwa yoghurt alami biasanya lebih murah.

Aneka kacang untuk camilan

Ini adalah camilan yang sangat populer, rasanya lezat, bentuknya menarik, dan membuat kita berpikir kita sedang makan makanan sehat. Namun, kalau melihat komposisi di kemasannya dengan cermat, kamu akan sadar bahwa komposisi utama produk ini adalah manisan buah, kacang murah, dan kismis. Sementara itu, kandungan kacang-kacangan yang lebih mahal, seperti almon atau mete, tidak terlalu banyak.

Harga produk aneka kacang pun cukup mahal, tapi jangan terburu-buru membelinya kalau kamu melihat yang sedang diskon, karena akan jauh lebih murah kalau kamu membeli berbagai kacang ini secara terpisah lalu mencampurnya sendiri. Selain itu, kamu juga bisa mengurangi jumlah bahan manisan dan membuat seluruh camilanmu menjadi lebih sehat.

Bumbu halus

Beberapa rempah mengandung minyak yang berperan penting untuk memberi cita rasa dan aroma. Bumbu-bumbu ini paling baik digunakan segera setelah ditumbuk. Kamu sebaiknya tidak menyimpannya sampai bertahun-tahun, karena cita rasa dan aromanya bisa hilang dengan sangat cepat. Kamu memang boleh-boleh saja menggunakan rempah yang sudah dihaluskan kalau tidak sempat membeli segala jenis rempah utuh secara terpisah. Bahan seperti ini masih akan menambahkan aroma ke dalam masakanmu, meski tidak sekuat bahan segar. Meski begitu, tidak semua rempah lebih baik digunakan dalam kondisi segar: hanya jintan, pala, kapulaga, cengkih, ketumbar, dan segala jenis lada. Rempah yang terbuat dari sayuran kering (seperti wortel dan seledri) atau herba bisa disimpan dalam waktu lama.

Nah, kamu juga harus memperhatikan komposisi rempah-rempah yang akan kamu pakai untuk memasak hidangan tertentu (“untuk ikan”, “untuk hidangan goreng tepung”, “untuk kebab”). Biasanya, campuran ini mengandung banyak bahan, di antaranya kamu bisa menemukan penguat rasa dan penstabil, sedangkan rempah biasa tidak mengandung zat-zat itu.

Tepung kue instan

Tepung instan untuk membuat kue, panekuk, atau kukis saat ini bisa dengan mudah kita temukan di toko-toko. Banyak dari kita membelinya karena praktis—kamu cuma perlu menambahkan 1-2 bahan, mengaduknya, dan adonan pun jadi.

Namun, kamu harus ingat, selain tepung, telur bubuk, dan gula, bahan lain seperti perisa, penstabil, dan pewarna juga ada di dalam campuran ini. Oleh karena itu, jika kamu punya sedikit waktu luang dan niat lebih, buatlah kue yang terbuat dari produk-produk non-olahan. Selain itu, beberapa tepung instan hanya mengandung 5 bahan yang kemungkinan sudah tersedia di rumahmu.

Bulgur

Bulgur dan millet sebenarnya adalah kerabat dekat. Bulgur terbuat dari gandum setengah matang yang dikeringkan dan ditumbuk. Sementara itu, millet diproses secara berbeda. Namun, keduanya punya asal yang sama. Meski rasanya lumayan mirip, tekstur bulgur jauh lebih halus, sementara millet cenderung mudah menggumpal. Tekstur halus ini penting untuk beberapa hidangan, seperti salad atau beberapa jenis hidangan pendamping. Sementara itu, untuk hidangan lain, seperti untuk isian atau sup, keduanya tidak terlalu berbeda.

Dari segi nilai gizi, bulgur dan millet hampir sama, tapi harga kedua produk ini jauh berbeda. Oleh karena itu, kita sebaiknya tahu persis akan memakai bulgur untuk hidangan apa. Mungkin kamu tidak perlu membayar lebih untuk hidangan yang bisa menggunakan millet sebagai gantinya.

Ikan dan daging

Potongan filet ikan apa pun akan selalu lebih mahal dibanding produk utuhnya. Alasannya jelas, yaitu seseorang telah meluangkan waktu dan menggunakan keterampilannya untuk membersihkannya, dan kamu harus membayar jasa itu. Saat membeli ikan utuh, kamu harus bekerja lebih untuk membersihkan dan memotongnya. Untungnya, semua usaha ini akan menghemat banyak uang dan membuatmu makin yakin bahwa produk ini diproses dan dimasak dengan tingkat kebersihan yang baik.

Hal yang sama berlaku untuk daging unggas, seperti ayam dan kalkun, yang produk utuhnya jauh lebih murah dibanding yang sudah dipotong-potong.

Beras untuk sushi

Banyak orang menyukai makanan Jepang, tapi tidak semua orang bisa membeli sushi siap makan di restoran. Itulah sebabnya, beberapa orang memutuskan untuk membuat hidangan nikmat ini di rumah. Untuk itu, kita biasanya membeli beras bertuliskan “untuk sushi” di kemasannya. Memang benar ada jenis beras yang digunakan secara khusus untuk hidangan ini, yaitu beras yang mengandung banyak pati agar nasinya lengket setelah matang.

Namun, jika kamu memakai beras bulir bulat biasa dan memasaknya dengan tepat, kamu bisa mendapatkan hasil akhir yang sama. Dan cuma penggemar sushi hebat yang bisa membedakan keduanya.

Ikan kalengan dalam minyak

Produk kalengan punya banyak penggemar di seluruh dunia. Produk ini menawarkan ikan siap makan dalam porsi kecil yang mengandung vitamin sebanyak produk segar. Biasanya, produk kalengan ini tersedia dalam 2 varian, yaitu direndam dalam sarinya sendiri dan dalam minyak (yang tentu saja lebih juicy). Namun, kalau kamu ingin mendapatkan jumlah vitamin maksimum dari ikan, sebaiknya kamu memilih ikan kalengan yang dijual dalam sarinya sendiri. Sebagai contoh, dalam salah satu kaleng ini (gambarnya ada di foto di atas), kandungan omega-3 ikan dalam air sarinya rata-rata 20% lebih banyak karena cuma kehilangan 3% omega-3, yang tetap tersimpan di dalam cairannya. Dan jika tuna yang kamu beli direndam di dalam minyak, kandungan omega-3-nya 15-25% lebih sedikit. Ini disebabkan karena omega-3 larut dalam lemak.

Garam beraroma rempah

Banyak orang coba membuat masakan rumahan mereka lebih berwarna dengan banyak rempah-rempah. Sayuran rebus, misalnya, serta banyak hidangan lain, bisa mendapatkan sentuhan eksotis dengan rempah-rempah ini. Namun, jangan terburu-buru memakai rempah-rempah yang mengandung garam sebagai bahan dasarnya, karena bahan utamanya tetap adalah garam, yang harganya tentu murah. Campuran seperti ini biasanya dijual dengan harga yang lumayan tinggi.

Dengan membeli garam dan rempah secara terpisah, kamu akan lebih menghemat dibanding membeli versi campurannya yang dijual sebagai satu produk.

Apakah ada produk di pasaran yang tidak akan pernah kamu beli meski sedang diskon besar-besaran?

Sisi Terang/Masak-masak/12 Produk Ini Tidak Perlu Dibeli, meski Sedang Diskon Besar-besaran
Bagikan Artikel Ini
Artikel menarik lainnya