10 Kesalahan Rumah Tangga yang Mengurangi Kenyamanan Rumah

Menurut sebuah studi, tempat paling kotor di rumah kita adalah dapur dan bagian terburuknya adalah spons cuci piring yang tampak “tidak berbahaya”. Saat menjaga kebersihan rumah, kita sering melakukan berbagai hal tanpa sadar, seperti membersihkan jendela di hari yang cerah atau mengganti gulungan tisu toilet agar posisinya “ke bawah”. Dan beberapa keputusan menyebabkan upaya yang sia-sia atau, yang lebih buruknya, kesalahan kebersihan yang serius.

Di Sisi Terang, kami menemukan bahwa kita telah salah melakukan banyak hal di sekitar rumah. Kami memutuskan untuk membahas kesalahan-kesalahan kita. Berikut beberapa saran yang kami temukan dan ingin kami bagikan kepadamu juga.

1. Menggunakan gagang pintu plastik

Jenis gagang pintu sekarang sangat beragam, begitu banyak sehingga semua orang bisa memilih sesuai selera. Namun, dalam hal bahan gagang pintu, penting agar memilih yang paling higienis.

Gagang pintu yang terbuat dari kuningan dianggap sebagai bahan yang paling aman karena bahan ini dikenal dengan kemampuan anti-kumannya. Kuningan benar-benar mampu membunuh bakteri dan virus. Sebaliknya, logam tahan karat dan plastik dianggap sebagai tempat berkumpul yang sempurna bagi bakteri.

2. Membersihkan jendela di hari yang cerah

Membersihkan jendela di hari yang cerah dapat menjadi ide yang tidak bagus. Sebaiknya kamu menunda tugas ini hingga cuaca mendung atau berawan.

Sama seperti mencuci mobil, tugas ini akan menjadi berantakan karena panas dari matahari akan membuat jendela cepat kering dan membuatnya bernoda, dan semua upaya kerasmu menjadi sia-sia.

3. Memosisikan gulungan tisu toilet “ke bawah”, bukan “ke atas”

Banyak orang yang sudah lama telah memperdebatkan masalah tentang penempatan tisu toilet yang benar, sehingga topik “ke atas atau ke bawah” kini menjadi legenda. Survei menunjukkan bahwa jumlah orang yang memilih posisi “ke atas” lebih banyak di bandingkan yang “ke bawah”, dan bahkan penemu gulungan tisu toilet telah menyarankan untuk memosisikan tisu ke atas, bukan ke bawah.
Alasan di baliknya adalah ketika kamu di dalam kamar mandi dan posisi tisu toiletnya ke atas, kamu mengurangi sentuhan dan pengaruh di area sekitarnya dengan tangan yang kamu gunakan untuk mengelap. Selain itu, tisunya juga tidak akan menyentuh dinding, yang merupakan tempat bakteri toilet berkembang biak.

4. Melepas sepatu di dalam rumah

Adalah merupakan kebiasaan di berbagai budaya untuk melepas sepatu sebelum memasuki rumah. Di Jepang, mereka memiliki sandal terpisah untuk ke kamar mandi, yang dilepas setelah menggunakan toilet. Alasan di balik tradisi kebersihan untuk melepas sepatu luar rumah sebelum memasuki rumah sebenarnya cukup sederhana: kamu tidak akan menjejakkan kotoran dan lumpur ke lantai dan karpet yang ada di dalam rumah. Selain itu, sol sepatumu adalah tempat yang sempurna untuk bakteri menular dan dengan melepas sepatumu sebelum masuk rumah, kamu sebenarnya melindungi dirimu dan keluargamu dari berbagai penyakit.

5. Menyapu debu setelah vakum

Bagi sebagian dari kita, membersihkan debu setelah vakum tampaknya seperti pelengkap yang masuk akal agar rumah menjadi bersih. Namun, sebaiknya debu ruangan dibersihkan sebelum vakum sehingga kamu bisa menghilangkan partikel yang beterbangan dan jatuh di atas lantai. Selain itu, cara menyapunya juga harus dilakukan dengan benar: mulai dari tempat yang lebih tinggi, lalu ke yang lebih rendah. Dengan menerapkan cara ini, kamu akan menghilangkan sebagian besar debu terlebih dahulu, lalu akan bisa melengkapinya dengan pembersih vakum.

6. Menggerakkan sikat vakum ke satu arah

Kesalahan utama yang kita lakukan saat memvakum adalah menggerakkan pembersih vakum ke satu arah saja atau bolak-balik dengan cepat. Tidak satu pun dari cara ini akan membantu kita mendapatkan hasil pembersihan yang terbaik.

Ahli kebersihan menyarankan bahwa kita memvakum dengan dua arah, tapi per baris: pertama-tama, arahkan sikat vakum ke depan hingga mencapai akhir baris. Tepuk karpet, lalu kembali ke baris tadi dengan berlawanan arah. Dengan begini, sisa debu bisa terangkat, lalu kamu bisa meletakkan karpet kembali. Dengan teknik ini, kamu bisa memvakum seluruh ruangan dengan mudah dan efisien.

7. Membiarkan tirai terbuka di hari yang cerah

Membiarkan sinar matahari masuk ke dalam rumahmu mungkin terasa menyenangkan dan menyegarkan. Namun, ini adalah hal yang buruk: sinar UV dan sinar yang terlihat membuat warna karpet, furnitur, dan karya seni menjadi buram dan menurunkan tingkat kecerahannya. Cara paling mudah untuk melindungi sofa dan bangku berlengan berhargamu adalah meletakannya di area rumah yang minim cahaya matahari.

Jika tidak ingin mengatur ulang furnitur, kamu tetap bisa merawatnya dengan menutup blinder atau tirai jendela ketika hari sedang cerah. Dengan begitu, furniturmu akan tetap memiliki warna aslinya. Kaca film juga efektif, karena kaca film yang berkualitas akan memantulkan hingga 99,9% sinar UV.

8. Menempatkan keset pintu di posisi yang salah

Keset pintu berfungsi sebagai batasan tambahan untuk kotoran sebelum masuk ke dalam rumah. Saat melewati keset, kotoran menempel dari sepatu ke keset. Jika kamu meletakkan keset persegi dengan posisi memanjang, bukan melebar, kamu akan mengambil langkah ekstra untuk masuk ke dalam rumah, dan akan lebih banyak kotoran yang menempel ke keset.

9. Mengelap debu di bawah sinar buatan

Partikel debu lebih mudah dilihat dengan cahaya alami, dan kamu mungkin menyadarinya saat memperhatikan debu yang beterbangan di tengah sorotan cahaya. Inilah kenapa mengelap debu di rumahmu sebaiknya dilakukan saat matahari naik sehingga kamu bisa melihat jelas area yang kotor dan membersihkannya dengan tuntas. Cahaya buatan tidak akan memberikan gambaran jelas terhadap permukaan yang berdebu dan kamu mungkin perlu mengelapnya lagi ketika melihat hasilnya di pagi hari.

10. Membersihkan bingkai jendela setelah kacanya

Ketika membersihkan jendela, sebaiknya ingat bahwa di kaca jendela, juga kosennya, bertumpuk banyak debu. Langkah pertamanya adalah bukan mengelap kaca jendela, tapi mengelap debu dan kotoran dari bingkai dan kosen jendela menggunakan pembersih vakum, lalu mengelap kacanya dengan pembersih khusus.

Setelah bingkainya bersih, barulah kita bisa mengelap kacanya. Jika dilakukan sebaliknya, kotoran dari bingkai jendela akan menempel di kaca jendela yang baru saja dilap, dan kamu akan harus membersihkannya dan mengelapnya lagi dan lagi.

Poin mana yang selama ini salah kamu lakukan? Apa kamu punya kiat bersih-bersih rumah yang bisa menghemat waktu dan upaya?

Bagikan Artikel Ini