Kisah Pria dengan Down Syndrome yang Mendapat 2 Anugrah: Pekerjaan Impian dan Cinta Sejati

Jake Pratt adalah pria yang saat menginjak usia 21, mendapatkan pekerjaan impiannya dan sekarang sedang persiapan untuk menikahi orang yang benar-benar dicintainya. Kasus Jake bisa jadi hanya satu di antara banyak kisah, tapi caranya mengatasi semua kesulitan yang dihadapi dalam perjalanan bisa benar-benar mengajarkan kepada kita bahwa apa saja bisa terjadi.

Kami di Sisi Terang percaya bahwa kisah Jake akan menginspirasi para pembaca kita dan mengubah cara orang memperlakukan penderita Down Syndrome.

Inilah Jake Pratt, seorang pria yang dilahirkan dengan kondisi khusus namun tidak menghambatnya.

Jake Pratt adalah seorang pria yang dilahirkan dengan Down Syndrome. Ketika tumbuh, jalannya tidaklah mudah. Dalam salah satu wawancaranya, saudari Jake, Amy Hyde, bercerita bahwa “[Para dokter] berkata kelemahannya akan menghalanginya dari hidup normal dan bahkan mungkin dia membutuhkan lembaga khusus.” Tapi keluarga Jake tidak mau menyerah. “Keluargaku selalu berpegang kepada prinsip bahwa Jake tidak ada bedanya dengan kamu atau aku dan bahwa tidak ada batasan tentang apa yang bisa dicapainya,” kata Amy.

Jake sendiri juga tidak pernah memandang rendah keadaannya. “Dia ingin jadi anggota tim sepak bola sekolah ketika sebagian orang mengira hal itu mustahil, tapi dia berhasil. Dia ingin mencetak gol dalam permainan, dan dia bisa. Dia ingin berkuliah, dan dia berhasil,” tutur Hyde. Sekarang, Jake punya 2 pekerjaan: Jake memulai setiap harinya dengan bekerja di lapangan golf, kemudian mengantar paket untuk UPS.

Kedua pekerjaan Jake bukan hanya alat realisasi diri dan perkembangannya, tapi juga membawanya untuk berhubungan dengan orang-orang baru. Orang adalah bagian penting bagi kehidupan Jake. Rekan kerjanya di UPS, Richard, juga telah menjadi teman baiknya, dan kadang-kadang, mereka bermain golf bersama.

Capaian Jake yang paling menyentuh hati adalah ketika dia menemukan cinta.

Jake dan Grace mulai berpacaran ketika mereka berdua berada di SMA. Meskipun Jake biasanya supel, dan pacarnya sangat pemalu, Grace-lah orang yang berinisiatif dan mengundang Jake untuk berdansa pada tahun 2017, mereka bercerita. Meskipun mereka sangat berbeda, cinta mereka terus tumbuh subur, bahkan sampai 4 tahun kemudian.

Jake dan Grace berpandangan sama tentang kehidupan masa depan mereka. Mereka ingin menikah dan hidup mandiri. Sementara, Jake menabung untuk membeli cincin pertunangan, dan Grace merencanakan perikahan masa depan mereka. Mereka mencoba melewatkan waktu bersama sebanyak mungkin. Jake mengunjungi Grace di universitasnya, dan mereka melakukan obrolan video tiap hari.

Jake berkata, orang harus berhenti menganggap penderita Down Syndrome berbeda.

Dia berharap, kasusnya akan menjadi contoh cemerlang bagaimana penderita Down Syndrome bisa hidup normal seperti semua orang lain. “Aku ingin menjadi inspirasi bagi anak-anak penderita Down Syndrome. Aku ingin menjadi teladan baik yang bisa mereka ikuti,” katanya. “Kurasa yang terpenting adalah tidak memperlakukan kami dengan cara berbeda, cukup dengan sikap manis dan baik.”

Apa Jake mengubah pandanganmu tentang orang-orang dengan Down Syndrome? Apa menurutmu orang siap mempertimbangkan lagi sikap mereka terhadap orang-orang dengan Down Syndrome?

Bagikan Artikel Ini