Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa
Sisi Terang

10 Fakta tentang Taksi yang Harus Kamu Tahu Sebelum Perjalananmu Berikutnya

1---
273

Mustahil mengetahui jumlah taksi yang ada di seluruh dunia, dengan kemungkinan angka sekitar 17 juta sampai 32 juta mobil. Seperti yang bisa kamu bayangkan, para sopir taksi harus menjumpai ribuan orang setiap bulan. Jika kamu adalah penumpang tetap taksi, mungkin kamu mengira sudah tahu semua urusan mereka. Tapi, ada fakta tertentu yang tidak banyak diketahui publik padahal seharusnya mereka tahu.

Sisi Terang telah menemukan 10 fakta seputar industri transportasi profesional itu yang mungkin akan membuatmu terkejut.

1. Mereka bisa mengenakan tarif lebih mahal kepadamu dengan mengambil rute yang lebih panjang.

Saat masuk taksi dan sopir bertanya apa kamu pernah ke tempat tujuanmu, kamu tidak harus menjawabnya dengan jujur. Kemungkinan alasan sopir menanyakannya adalah supaya dia tahu apakah bisa mengambil rute yang lebih panjang. Jika kamu menjawabnya dengan “sudah,” jelas baginya bahwa kamu mengetahui jalan dan tidak bisa dipermainkan. Itulah sebabnya tidak apa-apa jika kamu berbohong, meskipun kamu belum pernah ke tempat tujuanmu. Bagaimanapun, ini akan membuatmu menghemat uang.

2. Harusnya kamu khawatir jika sopir berkata kamu akan terlambat.

Kamu sedang sangat buru-buru, taksimu tidak datang tepat waktu, dan saat masuk mobil, kamu minta sopir untuk mengebut. Hal pertama yang harus kamu tahu adalah dia tidak akan melakukannya, karena dia peduli dengan keselamatan kalian, juga mobilnya. Kedua, dia akan tahu sejak awal apa kamu bisa sampai tepat waktu atau tidak. Jadi, kalau sopir berkata kamu akan terlambat, kemungkinan dia mengatakan yang sebenarnya.

3. Mereka bisa menolak memberikan layanan jika merasakan gelagat buruk darimu.

Para pengemudi boleh menolak memberikan layanan jika dia takut mobilnya mungkin dirusak oleh penumpang. Sopir juga bisa mengusir seseorang jika dia kasar atau mengancam keselamatannya.

4. Banyak taksi dilengkapi dengan tombol panik.

Di Bangkok, tombol panik telah ada sejak 2018 dengan lebih dari 2.000 taksi yang dilengkapi fitur itu. Tombol-tombol ini dibuat terutama untuk melindungi penumpang yang sering menerima perlakuan mengganggu dari para pengemudi. Tapi, di kota New York, tombol yang sama masih dalam pertimbangan.

Jika dewan kota akhirnya memutuskan untuk menjalankannya, tujuannya adalah untuk melindungi sopir dan penumpang. Dengan menekannya, lampu di semua sisi mobil menyala, sehingga petugas polisi terdekat bisa melihatnya.

5. Ada cara pintar untuk mendapatkan perhatian mereka.

Langkah pertama adalah berdiri di ujung blok, tepat melewati sudut agar sopir taksi lebih mudah melihatmu. Kamu perlu berdiri di tepi trotoar dan melambaikan tangan ketika melihat sebuah taksi mendekat. Tahan diri untuk tidak melambai dengan liar dan pastikan melakukan kontak mata dengan sopir. Kamu harus membuat sopir mengerti bahwa kamu tidak sedang melambai kepada orang lain, sehingga dia tahu bahwa kamu adalah penumpang.

6. Jika ingin perjalanan yang tenang, kamu bisa memintanya.

Orang tidak bisa sepakat apa mereka suka berbincang dengan sopir atau tidak. Bagi mereka yang menginginkan perjalanan tenang, Uber membuat sebuah fitur di tahun 2019 untuk memberi tahu sopir tentang preferensimu terhadap ketenangan. Jika aplikasi mobil lain tidak dilengkapi dengan fitur yang sama, kamu bisa menuliskannya atau meminta sopir dengan sopan untuk berhenti berbicara. Tidak perlu bersikap kasar kepadanya atau mencuekinya dengan selalu menatap ponselmu.

7. Mereka ngetem di luar bandara dan kelab, meskipun tidak seharusnya.

Banyak taksi menunggu di luar tempat-tempat yang sangat sibuk, seperti stasiun kereta api dan bandara, agar bisa mendapat lebih banyak penumpang. Tapi taksi tidak seharusnya menunggu di sana. Menumpang taksi gelap di bandara tidaklah buruk, tapi dengan melakukannya, kamu mendukung praktik itu. Alih-alih mendekati sembarang taksi, jika memungkinkan, berdirilah di tempat antrean yang telah ditentukan, atau hubungi taksi melalui ponselmu.

8. Perkiraan ongkos mereka tidak selalu sangat akurat.

Dalam beberapa kasus, para sopir akan memberikan perkiraan biaya yang lebih rendah saat kamu tanya. Banyak penumpang curiga dan menganggap para pengemudi mencoba menipu mereka. Tapi sopir bisa melakukan kesalahan jujur karena mereka tidak tahu pasti berapa ongkos akhirnya. Jadi, kali berikut kamu meminta perkiraan ongkos, bersiaplah kalau biaya perjalananmu lebih mahal dari yang dikatakan sopir.

9. Kalau mobilmu dicuri, hubungi perusahaan taksi alih-alih polisi.

Para sopir selalu ada di jalan dan mereka melihat ribuan mobil tiap hari. Jadi, alih-alih menghubungi polisi lebih dulu, kamu juga bisa menelepon beberapa perusahaan taksi dan mereka akan memberi tahu semua pengemudi tentang mobilmu yang dicuri. Pastikan kamu menawarkan hadiah uang kepada sopir yang menemukannya karena itu akan memotivasi mereka. Mereka bahkan bisa menemukan mobilmu lebih cepat daripada polisi.

10. Kalau kamu membayar dengan uang tunai, mereka bisa memberikan harga yang lebih murah.

Banyak perusahaan taksi mengenakan tarif 2% sampai 4% per gesekan kartu, yang artinya sopir kehilangan uang. Bukan hanya itu, jika mereka perlu menambahkan tarif secara manual, biayanya akan lebih tinggi lagi. Jadi, kalau kamu ingin mendapat sedikit potongan, beri tahu sopir bahwa kamu bisa membayar dengan uang tunai, termasuk tip yang lumayan. Kebanyakan sopir akan dengan gembira sepakat untuk mengenakan tarif sedikit rendah dan menghindari biaya kartu.

Apa kamu terkejut dengan salah satu pengungkapan di atas? Apa mulai sekarang kamu akan menggunakan opsi “perjalanan tenang”?

Kredit foto pratinjau Depositphotos.com
1---
273
Bagikan Artikel Ini