15+ Fakta Tentang Mesir Kuno yang Bahkan Bisa Membuat Guru Sejarah Bingung

Apa yang kita ketahui tentang Mesir kuno? Orang Mesir kuno menemukan kertas, memumikan firaun, dan membangun piramida misterius, bangunan yang masih menyimpan rahasia yang masih belum bisa diungkapkan oleh ilmuwan ternama dunia. Semua itu tentunya sangat menarik, tapi masih ada fakta lain tentang Mesir kuno yang tidak kalah menakjubkannya. Selain itu, keseharian masyarakat suku ini jauh lebih bersemangat dan sibuk dari yang bisa kita bayangkan.

Kami di Sisi Terang memutuskan untuk membuka jendela pengetahuan sejarah dan menemukan beberapa fakta yang sangat menarik tentang masyarakat Mesir yang tidak akan kamu temukan di buku sejarah atau film terkenal Hollywood.

  • Wanita Mesir memiliki hak yang sama dengan pria. Mereka bisa memiliki serta mengatur properti, dan kepemilikan tanah diserahkan secara eksklusif melalui garis maternal. Wanita Mesir berpakaian sesuai keinginan mereka, memilih suaminya sendiri, mengajukan cerai, dan bahkan bisa menikah untuk kedua kalinya.
  • Meskipun kenyataannya sebagian besar wanita bekerja sebagai ibu rumah tangga, beberapa di antaranya (biasanya dari strata masyarakat yang lebih rendah) menjadi buruh seperti pria. Mereka bekerja di pabrik tepung dan pemintalan, meracik bir, dan menjaga toko untuk menggantikan suaminya saat mereka bekerja di ladang. Wanita bangsawan Mesir memiliki peluang untuk mendapatkan pendidikan dan, dalam kasus langka, bisa mengambil posisi berkewenangan tinggi: dari penulis dan dokter hingga pendeta dewi. Ada pula yang menjadi penguasa wilayah.
  • Ibu ASI memiliki kehormatan khusus, bahkan disamakan dengan dewi. Meskipun pada masanya mereka memiliki kemajuan dalam bidang medis, melahirkan anak tidak diberikan perhatian yang semestinya. Itulah kenapa banyak wanita yang meninggal saat melahirkan. Selain itu, di iklim panas, menyusui dianggap sangat penting karena ASI mencegah bayi agar tidak dehidrasi. Jadi, keluarga kaya biasa menandatangani kontrak dengan ibu ASI yang menyatakan bahwa jika ibu kandung meninggal, ibu ASI yang akan merawat bayinya.
  • Menu orang-orang Mesir kuno biasanya mencakup buah dan sayuran. Mereka hanya makan daging saat hari raya dan hari libur karena daging cepat membusuk dalam iklim panas. Meskipun bir tersedia untuk semua orang, anggur hanya dapat dibeli oleh golongan orang kaya. Kelapa juga merupakan makanan eksklusif yang diimpor Mesir dari negara lain.
  • Piramida tidak dibangun oleh para budak, melainkan karyawan, dan makam yang ditemukan di dekat piramida Giza adalah buktinya. Penelitian terhadap tengkorak menemukan bahwa jasad tersebut terlibat dalam kerja buruh fisik. Para arkeolog setuju bahwa merekalah yang membangun piramida. Namun, lokasi makam membuktikan bahwa mendiang tidak mungkin seorang budak, karena hanya orang terhormat yang bisa dikuburkan di dekat makam firaun.
  • Fakta lain yang mengonfirmasi bahwa orang yang membangun piramida bukan budak adalah sebagian besar populasi Mesir kuno bekerja di bidang pertanian. Dan karena tanah di lembah sungai Nil hanya tersedia untuk pekerjaan pertanian selama beberapa bulan per tahun, para petani memiliki banyak waktu luang. Itulah saat mereka bekerja untuk firaun dengan membangun piramida serta kuil, dan mendapatkan imbalan dalam bentuk bir — dari 1 hingga 1,3 galon per hari.
  • Hari ulang tahun dirayakan di masa Mesir kuno hanya oleh kaum bangsawan Mesir kuno, tapi sekarang mereka tidak melakukannya lagi. Mereka merayakan hari peringatan di hari penobatan. Beberapa ahli sejarah yakin kebiasaan memakai mahkota di hari ulang tahun berawal di festival ulang tahun ini.
  • Nama orang dirahasiakan seumur hidupnya. Menurut legenda, jika ada yang mengetahui nama seseorang, mereka menyihir orang tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat Mesir menggunakan nama panggilan, atau yang biasa disebut nama “baik”. Omong-omong, itulah alasan kenapa banyak firaun mengambil nama dari pendahulu besar saat menjabat. Mereka percaya nama tersebut memiliki jaminan keselamatan bagi mereka dan merupakan kunci menuju keabadian.
  • Masyarakat Mesir takut mati di luar tanah kelahirannya — mereka memercayai reinkarnasi dan jiwa mereka akan dapat mencapai akhirat dengan selamat hanya jika mereka dikuburkan di lembah suci sungai Nil. Karena alasan ini, penduduk Mesir, tidak seperti masyarakat kuno lain, tidak bepergian dan tidak menceritakan kesan mereka tentang negara lain, seperti Yunani, misalnya.
  • Penemuan gigi emas di beberapa mumi, yang menggunakan gigi orang lain, membuktikan bahwa masyarakat Mesir sudah mempraktikkan prostetik gigi. Namun, belum diketahui apakah susunan ini dipasang selama jasad masih hidup atau setelah meninggal dan saat tubuhnya diawetkan.
  • Kebersihan pribadi memiliki perhatian tersendiri. Setiap orang dari semua lapisan masyarakat mandi setiap hari. Masyarakat paling miskin mandi di sungai Nil, dan rumah masyarakat Mesir yang kaya memiliki kamar mandi pribadi yang disertai saluran pembuangan. Airnya diambil dari sungai Nil oleh pelayan rumah. Alih-alih sabun, mereka menggunakan pengganti yang disebut natron — campuran dari 4 jenis garam. Ini juga digunakan untuk memumikan jasad.
  • Masyarakat Mesir adalah suku pertama yang menggunakan penisilin, dan mungkin mereka tidak menyadarinya. Mereka memakai roti berjamur untuk mengobati luka. Biasanya, seperti yang kami sebutkan sebelumnya, penduduk Mesir cukup memperhatikan kebersihan. Berkat hal ini, kematian pascaoperasi di Mesir kuno lebih rendah daripada rumah sakit Eropa mana pun, hingga pertengahan abad lalu.
  • Untuk melindungi diri dari kutu rambut, pria dan wanita mencukur kepalanya dan memakai rambut palsu agar tidak terbakar matahari. Strata masyarakat yang lebih tinggi mampu membeli perhiasan kepala yang terbuat dari rambut manusia atau kuda, yang didekorasi dengan benang perak atau emas, sementara yang miskin harus “menikmati” rambut palsu papirus buatan sendiri.
  • Tidak semua orang Mesir bisa membeli sepatu, oleh karena itu kebanyakan dari mereka (bahkan bangsawan) sering berjalan kaki tanpa alas, terutama di rumah. Untuk melindungi kaki mereka dari matahari dan serangga, mereka mengoleskan salep khusus di kakinya. Orang Mesir terkaya memiliki spesialis khusus yang fokus pada pedikurnya. Mereka merawat kaki dengan pisau serta kikiran, dan profesi ini sangat terhormat hingga ditunjukkan pada nisan mereka setelah kematiannya.
  • Menikahi anggota keluarga biasa dilakukan pada masanya. Awalnya, perilaku ini dipraktikkan secara eksklusif oleh dinasti yang berkuasa untuk mempertahankan kemurnian garis keturunan dan untuk mempersempit lingkaran orang yang dapat merebut takhta. Banyak firaun yang menikahi saudarinya. Ada pula kasus ketika seorang firaun menikahi perempuan yang merupakan sepupunya, baik dari garis maternal maupun paternal, yang merupakan kerabat dekat saudara atau saudarinya. Seiring waktu, ini juga menjadi hal lumrah untuk masyarakat Mesir.
  • Penelitian menunjukan bahwa orang tua Tutankhamun adalah saudara, sementara firaun sendiri menikahi saudari tirinya, Ankhesenpaaten. Pasangan ini melahirkan 2 anak perempuan yang lahir mati. Cleopatra menikah dengan saudaranya, Ptolemy XIII, selama 3 tahun.

Fakta mana dari kompilasi ini yang paling membuatmu takjub? Fakta menarik apa dari sejarah budaya kuno lain yang kamu ketahui?

Bagikan Artikel Ini