Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa
Sisi Terang

Inilah yang Terjadi pada Tubuhmu Ketika Kamu Jatuh Cinta

----
196

Pada umumnya, orang-orang menginginkan pertemanan dan kasih sayang dalam hidupnya. Pada tahun 2020, 64% wanita di seluruh dunia tinggal bersama pasangan atau menikah. Namun, berapa banyak yang tahu pengaruh cinta terhadap diri mereka? Setelah jatuh cinta kepada seseorang, segala sesuatu, dari suasana hati hingga tujuan hidup, bisa berubah total karena orang yang kamu cintai. Dan beberapa perubahan akan tetap tidak terungkap jika bukan karena rasa penasaran para peneliti.

Kami di Sisi Terang yakin bahwa kasih sayang selalu ada, jadi kami ingin mengetahui dampak cinta pada tubuhmu.

1. Otakmu memproduksi dopamin (menyebabkan euforia).

Saat memikirkan tentang orang yang kamu cintai, tubuhmu memproduksi hormon yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia (dopamin). Kamu bisa merasakan dorongan yang sama ketika melakukan hal yang kamu sukai, seperti makan makanan lezat atau mendengarkan lagu favorit.

Para ilmuwan meyakini, perasaan bahagia yang muncul karena cinta memainkan peran penting dalam pernikahan/keinginan kita untuk punya pasangan, sehingga manusia tidak punah.

2. Cinta menurunkan tekanan darah kita.

Statistik mengungkapkan bahwa hampir setiap orang dewasa di AS menderita tekanan darah tinggi. Jadi, ada berita bagus bagi mereka yang ’hidup bahagia selamanya’—menjalin hubungan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal sederhana seperti percakapan kecil sebelum pergi bekerja atau makan malam bersama, membuat perbedaan besar. Namun, ini tidak serta-merta akan menyelesaikan masalahmu. Kamu tetap harus konsultasi dengan dokter.

3. Toleransi terhadap rasa sakit meningkat.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa saat kita melihat orang yang kita cintai, otak kita akan memicu mekanisme yang mengurangi rasa sakit. Meski hanya melihat foto pasangan romantis kita tidak begitu berpengaruh besar seperti anestesi, pasti kamu akan merasa senang mengetahui bahwa orang yang mencintaimu merasa lebih baik ketika memikirkan kamu.

4. Kesehatan fisikmu cenderung meningkat.

Kesehatan fisikmu bisa memberi reaksi positif dalam pencarian belahan jiwa, jadi, para peneliti masih terus mencari tahu soal ini lewat penemuan-penemuan baru—dan beberapa di antaranya sudah terbukti. Kita sudah tahu bahwa cinta mengarah pada jantung yang lebih sehat, sistem kekebalan yang lebih kuat, penurunan berat badan, dan umur yang lebih panjang. Membuat janji “sampai maut memisahkan” menjadi lebih menantang dan butuh komitmen.

5. Memperkuat tulangmu.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang memiliki hubungan suportif mempunyai tulang yang lebih kuat. Fakta ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya apakah ini adalah reaksi alami atau hanya sekadar kenyataan bahwa pria yang memiliki hubungan menjaga kesehatannya dan makan lebih baik.

Meski penyebabnya belum diketahui, faktanya, tulang pasanganmu menjadi lebih kuat karena kamu. Dan siapa tahu akan ada banyak efek positif lain pada pasanganmu yang nantinya akan diungkap oleh para ilmuwan.

6. Kamu bisa mengalami masalah perut.

Ungkapan “butterflies in your stomach” ternyata ada benarnya. Meskipun terasa menyenangkan, cinta terkadang menyebabkan tingkat kortisolmu meningkat. Kortisol adalah hormon yang sering dikaitkan dengan stres. Hormon ini bisa membuat perutmu sakit dan membuatmu merasa mual. Perasaan ini mirip dengan yang dirasakan pengantin wanita di hari pernikahannya, ketika mereka sangat gugup sampai-sampai merasa mual.

7. Pasanganmu mungkin menyebabkan sakit yang kronis.

Semua orang pasti pernah merasa lesu di hidupnya. Tapi saat itu terjadi kepada pasanganmu dan mereka menderita depresi, peluang kamu mengalami penyakit kronis meningkat 19%. Tidak heran jika hingga 70% orang dewasa menderita sakit punggung bagian bawah.

8. Cinta yang bertepuk sebelah tangan bisa membuatmu jatuh sakit.

Jika suatu hubungan tidak berjalan sesuai rencana, kamu akan cenderung mengalami kurang tidur, tubuh yang stres, dan kekurangan nutrisi, yang bisa melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko terserang penyakit. Jadi, tidak hanya rasa sesal yang kamu rasakan ketika keadaan tidak berjalan mulus, secara fisik, tubuhmu juga akan menderita.

Pernah mengalami beberapa hal di atas? Dampak cinta apa yang kamu rasakan pada tubuhmu?

Kredit foto pratinjau shutterstock.com
----
196
Bagikan Artikel Ini