Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

Terungkap! Ini Alasan Kamu Tidak Perlu Meredupkan Layar dan 9 Mitos Lain Tentang Ponsel

----
363

Ponsel pintar hampir telah menjadi makhluk mitologis karena ada banyak sekali “legenda” tentangnya. Benarkah meredupkan layar ponsel bagus untuk mata, atau apakah ponsel pintar menyebabkan berbagai penyakit? Ini beberapa pertanyaan yang ramai dibahas di berbagai tempat.

Sisi Terang melakukan penelitian terhadap pernyataan tentang ponsel yang tampaknya benar di awal, tapi ternyata hanya buah imajinasi seseorang. Mari kita lihat bersama.

Mitos 1: Meredupkan tingkat kecerahan layar membantu penglihatanmu.

Kamu mungkin percaya menyalakan mode kecerahan malam pada ponsel, bahkan pada siang hari, membantumu untuk tidak membebani mata. Namun, ahli optik tidak setuju dan menyatakan bahwa saat kamu meredupkan layar, bukannya menyesuaikan pengaturan kecerahan, kamu malah membuat mata tegang. Ini terjadi karena kamu harus lebih fokus dan matamu harus bekerja lebih keras, yang kemudian bisa menyebabkan sakit kepala. Tingkat kecerahan layar ideal adalah yang sama dengan cahaya di sekelilingmu. Dengan begitu, kedua cahaya menyatu dan terasa alami bagi mata.

Mitos 2: Mengecas semalaman akan merusak baterai.

Ada alasannya ponsel pintar disebut “pintar”, dan di antara semua fungsi praktisnya, ada kemampuan untuk mengetahui saat baterai sudah terisi penuh. Ponsel akan menghentikan arus masuk tanpa bantuanmu, sama seperti ponsel yang mati saat baterai lemah. Jika kamu peduli soal umur baterai, jangan terlalu sering membiarkan baterai kosong hingga benar-benar habis. Isi daya saat ponsel masih menyala.

Mitos 3: Kamu harus menutup aplikasi yang tidak kamu gunakan untuk menghemat baterai.

Pernyataan ini tampak sangat logis, dan kamu mungkin berpikir semakin banyak aplikasi yang aktif di latar belakang, semakin berat kerja ponselmu. Faktanya, seperti dikatakan Apple, menutup aplikasi untuk menghemat baterai tidak membantu dan bahkan malah memperparahnya. Semua aplikasi otomatis tertutup. Jika kamu campur tangan dan menutupnya secara manual, kamu membuat baterai ponselmu terkuras lebih banyak.

Mitos 4: Semakin tinggi megapiksel kamera ponsel, semakin bagus kualitas foto.

Saat membeli ponsel, jumlah megapiksel tampaknya seperti fitur ikonis yang bisa kita gunakan untuk mengetahui seberapa bagus kamera ponsel tersebut. Namun, fitur ini hanya penting bagi fotografer profesional dan kamera mereka. Untuk pengguna ponsel, bukan jumlah megapiksel, tapi ukurannya, yang membuat kualitas foto lebih ideal. Megapiksel terbaik adalah yang terbesar, artinya lebih sedikit objek yang bisa tertangkap dalam satu foto.

Mitos 5: Gunakan pengering rambut atau masukkan ke beras untuk menyelamatkan ponsel basah.

Memasukkan ponsel ke beras setelah mengeluarkannya dari kloset tampaknya tepercaya karena beras dikenal dengan kemampuannya menyerap kelembapan. Namun kenyataannya, partikel kecil dapat menyumbat komponen ponsel dan malah memperparah kerusakannya. Menggunakan pengering rambut juga tidak disarankan. Cara itu mungkin bisa sedikit mengeringkan ponsel, tapi juga akan membuat ponsel terlalu panas. Artinya, ponsel akan semakin rusak. Kedua cara ini digunakan karena orang-orang ingin melakukan sesuatu, apa pun itu, untuk menyelamatkan ponsel mereka. Ide terbaik adalah meletakkannya di rak dan membiarkannya kering.

Mitos 6: Menyimpan ponsel bersama dengan kartu kredit adalah tindakan berbahaya.

Kamu mungkin pernah dengar ponsel dan kartu kredit tak boleh disatukan karena garis magnet kartu bisa dirusak ponsel. Ini benar untuk magnet kulkas atau magnet di dompetmu, tapi tidak untuk ponsel. Medan magnetnya terlalu lemah untuk merusak kartu. Beberapa orang tak pernah menaruh kartu dan ponsel di tempat sama kalau-kalau mereka dirampok. Dengan begitu, setidaknya salah satunya selamat dari pencuri. Itu lebih masuk akal daripada cerita merusak magnet.

Mitos 7: Radiasi elektromagnetik dari ponsel menyebabkan kanker, kelahiran prematur, dan risiko kesehatan lainnya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah mencemaskan pernyataan ini sejak tahun 1990. Sampai sekarang, 25.000 artikel tentang topik ini telah diterbitkan. WHO menyatakan bahwa sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa medan elektromagnetik rendah bisa membahayakan kesehatan manusia. Namun, WHO juga mengatakan bahwa jika seseorang berdiri di dekat antena atau radar yang menghasilkan gelombang elektromagnetik, risikonya mungkin meningkat.

Mitos 8: Tisu disinfektan bisa merusak layar ponsel.

Ada pernyataan populer bahwa ponsel 10 kali lebih kotor daripada kloset dan banyak koloni bakteri hidup di sana. Membersihkan layar ponsel dengan disinfektan mengurangi risiko terkena virus dan penyakit kulit, seperti jerawat. Namun, apakah tisu disinfektan aman untuk ponsel? Apple mengatakan ya, aman. Bahkan ada sabun universal untuk semua ponsel yang bisa membersihkan layar dan tidak akan merusaknya.

Mitos 9: Kamu bisa memasak telur menggunakan ponsel.

Anggapan ini populer sejak awal 2000-an. Orang-orang sering membuat “pengalaman” palsu bahwa mereka “memasak telur” menggunakan gelombang yang berasal dari ponsel. Padahal sebenarnya, ponsel tidak bisa untuk memasak telur atau berondong karena tidak bisa menghasilkan jumlah energi yang dibutuhkan untuk memasak. Meskipun gelombang dari ponsel diubah menjadi gelombang mikro, telur bahkan tak akan mencapai suhu tubuh manusia sebelum baterai ponsel habis.

Mitos 10: Wi-Fi gratis aman.

Wi-Fi gratis sangat menggoda untuk digunakan, dan itu ditawarkan sebagai bonus menyenangkan di banyak tempat umum. Namun, melakukan transaksi perbankan dan memasukkan kata sandi saat menggunakan Wi-Fi umum tidaklah aman. Lalu lintas data di tempat ini tidak terlindungi. Artinya, siapa pun bisa melihat laman apa yang kamu kunjungi dan data apa yang kamu masukkan. Sebaiknya gunakan Wi-Fi umum hanya untuk mengunjungi situs hiburan atau mencari tahu informasi.

Apa informasi terakhir yang kamu dapat tentang ponsel yang sampai membuatmu mencari kebenarannya di Google? Apa kamu percaya ponsel buruk bagi kesehatan?

----
363
Bagikan Artikel Ini