Sisi Terang
BaruPopuler
Inspirasi
Kreativitas
Luar Biasa

12 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Perias Wajah dan Perancang Kostum

Pembuatan film tak akan lepas dari campur tangan puluhan perancang kostum dan ahli citra. Mereka memikirkan gaya dari setiap karakter dan memastikan kostumnya sesuai dengan zaman yang ingin ditunjukkan dalam film. Tapi terkadang, para profesional pun bisa membuat kesalahan yang luput dari perhatian sang sutradara, sehingga membuat hasil akhir filmnya menjadi kurang maksimal.

Kami di Sisi Terang menganalisis film-film terkenal dan memperhatikan kesalahan-kesalahan tersebut. Yang mengejutkan, ternyata kami menemukan beberapa kesalahan yang dibuat ahli dekor dan perias wajah dalam film-film berikut ini.

Head in the Clouds

Film ini memiliki latar tahun ’30-an, tapi karakter yang diperankan oleh Penélope Cruz malah memiliki alis alami, yang kurang pas dengan tren mode pada masa itu. Charlize Theron lebih beruntung dalam hal ini. Jelas, perias wajahnya berusaha sebaik mungkin untuk membuat alisnya sesuai dengan standar pada masa itu.

Lara Croft: Tomb Raider

Di adegan saat Lara Croft keluar dari air, kita dapat melihat jelas spot hitam buram di lengannya mencuat dari bawah riasannya. Itu adalah tato terkenal milik Angelina Jolie yang berusaha disembunyikan si perias wajah.

The Tudors

Kita tak bisa membayangkan kostum The Tudors tanpa codpiece, meskipun kreator serial ini memutuskan untuk menghapus bagian kecil dari pakaian tersebut dan memanjangkan celananya.

Ketidakakuratan lainnya dalam serial ini terletak pada rambut terurai Anne Boleyn, yang sebenarnya harus diikat dan ditata dengan hiasan kepala yang populer pada masa itu, yang disebut French hood. Dalam beberapa adegan, Natalie Dorman tampil dengan hiasan kepala ini, tapi dengan bentuk yang tidak seharusnya.

The Edge of Love

Dalam salah satu adegan saat karakter utama film ini bermain-main dan mengangkat kaki mereka, kita bisa melihat shapewear warna kulit yang dipakai Keira Knightley. Namun, film ini berlatar tahun ’40-an, masa saat celana ketat (tights), dengan bentuk seperti yang kita tahu, belum ada.

Dirty Dancing

Meskipun film ini berlatar tahun ’60-an, kostum dan penampilan karakter utamanya lebih mirip gaya tahun ’80-an. Karakter Jennifer Grey berjalan dengan rambut terurai, sementara Patrick Swayze memiliki gaya rambut mullet, yang baru menjadi tren beberapa waktu kemudian.

The Vikings

Dalam film ini, karakter Janet Leigh memakai bra tanpa tali berbentuk corong, yang sesuai dengan mode tahun ’50-an. Namun, benda ini tidak dipakai oleh masyarakat Skandinavia pada awal abad pertengahan.

Emma

Umumnya, coif yang populer di abad ke-19 ini dipakai di luar ruangan. Agar hiasan kepala ini tidak terbang terbawa angin, pitanya diikat di bawah dagu. Tapi dalam film, kita melihat situasi yang benar-benar berbeda. Pita topi karakter utama dalam versi terbaru film Emma tidak terikat erat atau tidak terikat sama sekali. Tapi, perempuan ini secara ajaib berhasil membuat aksesori ini tetap berada di kepalanya.

The Virgin Queen

Sepanjang serial ini, karakter Tom Hardy terus muncul dengan doublet terbuka yang pada masa itu sama dengan ritsleting terbuka di zaman modern dalam hal kurang senonoh.

One Million Years B.C.

Film ini merupakan fiksi berlatar era prasejarah — para karakternya harus bertahan hidup sambil melawan serangga raksasa, dinosaurus, dan kadal. Sementara penampilan para pria dalam film ini, kurang lebih, sesuai dengan gambaran para leluhur kita, para perempuannya malah terlihat agak lucu dengan alis yang dicukur, rambut yang ditata rapi, makeup sempurna, dan kulit yang mulus.

Marie-Antoinette

Dalam film ini, para pelayan membawakan sepatu mules yang cantik kepada Marie Antoinette, dan kita bisa melihat perbedaan signifikan antara sepatu kiri dan kanan. Tapi sang ratu wafat pada tahun 1793, jauh sebelum “sepasang sepatu” diciptakan, bahkan jauh sebelum template berbeda untuk bagian kiri dan kanan sepatu digunakan. Tentu saja, film ini juga sengaja menambahkan sepasang sepatu Converse biru dalam koleksi sang ratu untuk menekankan karakternya sebagai perempuan muda yang mencoba menemukan tempatnya di dunia ini.

Troy

Karakter perempuan dalam film ini cantik-cantik, tapi ada beberapa ketidakakuratan dalam film ini. Pada masa itu, perempuan Yunani biasanya mengikat rambut mereka dalam bentuk sanggul setelah menikah, tapi dalam film ini, para aktris tampil dengan rambut keriting terurai.

Easy Virtue

Perancang kostum film ini melewatkan satu detail penting saat membuat kostum para tokohnya. Cerita ini berlatar tahun ’20-an, dekade terakhir saat siluet para pria muda memamerkan desain lurus tanpa garis pinggang, hampir tanpa garis leher. Untuk menyesuaikan citra androgini, perempuan biasanya memakai pakaian dalam khusus. Namun, kreator film ini fokus pada bentuk tubuh Jessica Biel dan membuatnya memakai busana ketat.

Kamu pernah menyadari ketidakakuratan seperti ini? Tuliskan pendapatmu, ya!

Bagikan Artikel Ini